JawaPos Radar

Pilpres 2019

GNPF Ulama Tagih Kepastian, Prabowo: Kasih Kesempatan Saya Musyawarah

07/08/2018, 03:40 WIB | Editor: Estu Suryowati
GNPF Ulama Tagih Kepastian, Prabowo: Kasih Kesempatan Saya Musyawarah
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto saat bertemu dengan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Selasa (24/7). (Dery Ridwansyah/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Sejumlah tokoh dan pimpinan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama menyambangi kediaman Ketua umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di Kertanegara, Jakarta Selatan, Senin (6/8) malam. Kedatangan itu diketahui untuk menanyakan hasil rekomendasi Ijtima Ulama yang sebelumnya telah diputuskan.

Saat dijumpai awak media, Prabowo mengungkapkan pertemuan itu tak hanya dihadiri oleh GNPF Ulama. Namun, ada pula Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan beserta Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais. Mereka pun sepakat mendiskusikan beberapa hal.

"Kami terus diskusikan perkembangan. Tentunya ini semua berharap ada keputusan. Tapi, saya selalu katakan ini proses musyawarah berjalan," ungkap Prabowo.

Oleh karena itu, ia meminta masyarakat bersabar dalam mengawal proses musyawarah tersebut. Mantan Danjen Kopassus ini pun mengaku terus menyerap aspirasi dari berbagai kalangan.

"Kawan-kawan tolonglah kasih kesempatan kepada saya untuk musyawarah dan mekanisme politik Indonesia berjalan. Ini masalahnya kami hargai masukan dari mana-mana, termasuk dari GNPF, kami hargai. Tetapi, tentunya saya harus bicara dengan mitra-mitra politik saya," ungkapnya.

Terpisah, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Gerindra Ahmad Muzani menyebut, kedatangan pimpinan GNPF ke kediaman Prabowo bukan kali pertama. Kedatangan ini merupakan lanjutan dari kedatangan sebelumnya.

"Sekarang kedatangan mereka (Pimpinan GNPF-U) untuk menanyakan bagaimana hasil pembicaraan dengan partai," ucapnya.

Menurut Muzani, dalam pertemuan kali ini, Prabowo menyampaikan kepada pimpinan GNPF bahwa rekomendasi Ijtima Ulama telah dikomunikasikan dengan empat mitra partai politiknya. Namun, kata dia, sang ketua umumnya itu masih membutuhkan waktu sampai satu atau dua hari lagi.

"Karena sekali lagi, ini semua kepentingan harus diakomodasi. Semua pandangan harus didengar. Supaya semua diakomodasi, saya kira kadang-kadang memerlukan seni untuk mengambil keputusan," ucapnya.

Di sisi lain, pria yang juga menjabat Wakil Ketua MPR itu menyebut alasan sampai saat ini Prabowo belum memutuskan cawapres, lantaran untuk menjamin soliditas koalisi dapat bertahan. Sehingga, nantinya tak ada satu pun parpol yang keluar dari koalisi.

"Itulah yang mau kami hargai dari proses itu. Sehingga itu memerlukan waktu lebih lama, lebih sabar," pungkasnya.

(aim/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up