JawaPos Radar

Aswiati Siap Bawa Pulang Emas Cabor Dayung Asian Games

07/08/2018, 03:50 WIB | Editor: Estu Suryowati
Aswiati Siap Bawa Pulang Emas Cabor Dayung Asian Games
Aswiati turut berkontribusi membawa Indonesia meraih juara di Macau International Dragon Boat 2015. (dok. Aswiati for Kaltim Post/Jawa Pos Group)
Share this

JawaPos.com - Berawal dari kegemaran menghibur diri dengan olahraga air, khususnya dayung, tak disangka Aswiati mendapat kesempatan berlatih dayung secara serius. Dan sebentar lagi, perempuan yang akrab disapa Ati itu akan berlaga di gelaran Asian Games 2018.

Perempuan berusia 25 tahun itu berkenalan dengan salah satu pelatih dayung di Kutai Barat, setelah hobi mendayung. Ati bercerita, sangat tertarik dengan dayung.

Hal ini juga berhubungan besar dengan lingkungan hidupnya yang berada di pesisir sungai. Bermain dengan perahu dan dayung sudah merupakan hal biasa.

Selain itu, yang jadi daya tarik karena sebagian orang hampir tidak mengenal olahraga dayung.
Dia merasa tertantang untuk bisa mengenalkan kepada masyarakat tentang olahraga ini.

"Tentunya dengan menjadikan dayung sebagai cabor (cabang olahraga) andalan Indonesia," ungkapnya dikutip dari Kaltim Post (Jawa Pos Group), Selasa (7/8).

Semenjak itu, dia mempelajari berbagai teknik dayung dengan serius.
Kurang lebih enam bulan belajar, Ati memutuskan terjun dalam sebuah kompetisi.

Debutnya sebagai atlet dayung berlangsung dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas) 2013. Kejuaraan yang berlangsung di Kabupaten Karawang tersebut menjadi ajang perlombaan pertama yang dia ikuti.


"Sangat senang bisa membawa nama daerah untuk berlaga di kejurnas. Tidak menyangka bisa berprestasi dengan cara ini," ucapnya.

Setelah mengikuti Kejurnas 2013 kategori dragon boat, nasib baik menghampiri putri dari Riston tersebut. Dia mendapat panggilan mewakili Kaltim untuk mengikuti pemusatan latihan nasional (pelatnas).

Proses seleksi pun berlangsung.
Pucuk dicinta ulam pun tiba. Kepiawaian Ati dalam olahraga dayung membuatnya terpilih dalam pelatnas.

Selama bergabung dengan pelatnas sejak 2014, Ati tercatat beberapa kali telah membela timnas dayung putri. Sebagian besar kompetisi dayung di tingkat Asia.

Sehingga dia sudah terbiasa melawan tim dayung internasional. Misalnya dalam Macau International Dragon Boat, Asian Championship, DBS Singapore, Palawa Dragon Boat di Filipina, hingga SEA Games 2015.

"Sejauh ini pengalaman paling berkesan saat SEA Games. Tim Indonesia melawan tim dayung terbaik dari Myanmar dan Thailand," ujarnya.


Tim dayung putri Indonesia berhasil mengantongi medali emas dan keluar sebagai juara. Tentu rasa bangga, haru, dan bahagia jadi satu menyelimuti perasaannya.

Ati dan kawan-kawan mampu menorehkan prestasi dan mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional. Meski terdengar menggembirakan, Ati mengakui, dalam perjalanan awal menjadi atlet dayung penuh perjuangan.

Tergabung di pelatnas yang beraktivitas di Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, mengharuskannya jauh dari keluarga.

"Belum lagi untuk atlet dayung kurang mendapat perhatian dari daerah," tuturnya.


Namun, dia tak ingin pasrah. Telanjur cinta dengan dayung, anak ketiga di antara lima bersaudara itu tetap teguh melewati segala rintangan.

"Olahraga ini sudah jadi hobi dan bagian dalam hidup saya. Jadi, tidak ada keraguan. Semua keluarga juga ikut mendukung saya untuk menjadi atlet dayung," bebernya.


Kini dia terpilih sebagai salah satu anggota tim dayung putri yang akan berlaga di Asian Games 2018. Itu pun setelah melewati proses seleksi yang ketat dari lari hingga beban.

"Seleksinya sulit karena pesaing yang begitu banyak," imbuhnya.


Dalam pengalaman pertamanya di Asian Games ini, Ati bercerita bahwa persiapan tim cukup matang. Kurang lebih sudah pada level 80-90 persen.

Apalagi proses training juga sangat lama. Dia melakukan persiapan sekitar tiga tahun terakhir. Tepatnya semenjak pegelaran SEA Games 2015 berakhir.


Waduk Jatiluhur di Kabupaten Purwakarta menjadi pusat latihan untuk cabor dayung. Bukan hanya latihan, soal makan pun sudah sangat diatur sedemikian rupa.

Sehingga nilai gizi dan pola latihan yang teratur bisa menjadi kunci utama kekuatan tim. "Hal yang tersulit karena harus menjaga kondisi badan tetap fit selama berlatih," tuturnya.

Perempuan berzodiak Scorpio itu menargetkan, tim dayung putri Indonesia dapat medali emas kategori jarak 200 meter. Dia yakin ada peluang besar untuk meraih medali di kelas tersebut.

Namun, tim tentu harus siap menghadapi kompetitor terkuat yakni Tiongkok.
"Karena pertandingan dragon boat berasal dari negara itu (Tiongkok). Pasti mereka lebih memahaminya," ungkapnya.

Ati mengingatkan, kuncinya perlu kedisiplinan, target, dan motivasi yang kuat untuk bisa meraih juara. Setelah Asian Games, Ati akan fokus dalam kejuaraan dalam negeri seperti kejurnas dan Pekan Olahraga Nasional 2020 di Papua.

(jpg/est/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up