JawaPos Radar

Pilpres 2019

Ini Peruntungan Prabowo, Dilihat dari Segi Nama dan Tanggal Lahirnya

07/08/2018, 00:09 WIB | Editor: Dimas Ryandi
Prabowo Subianto
Ketua Umum DPP Gerindra Prabowo Subianto disebut bakal mengalami banyak hambatan saat bertarung di Pilpres 2019. (JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Sosok Prabowo Subianto Djojohadikusumo diprediksi kuat akan melenggang menjadi calon presiden menantang calon presiden petahana Joko Widodo (Jokowi). Selain hitung-hitungan politik, peluang menang mantan Danjen Kopassus di Pilpres 2019 pun diterawang berdasarkan nama, tanggal, dan bulan kelahirannya. 

Menurut perhitungan Ahli Restrukturisasi Nama Ni Kadek Hellen Kristy Ws, jika nama Prabowo Subianto dihitung berdasarkan tanggal kelahirannya yakni 17 Oktober 1951, maka hasilnya berdasarkan kode tahun hambatan dalam 10 tahun ke depan, tantangannya cukup berat yakni di atas sepuluh persen. 

"Nama beliau kurang harmonis, sehingga disarankan untuk merestrukturisasi nama," kata wanita yang akrab disapa Heleni itu kepada JawaPos.com, Senin (6/8).

Hambatan terbesar juga, lanjut Heleni, terjadi pada nama Prabowo dan jika dikaitkan dengan bulan kelahirannya di bulan 10 atau Oktober. Pendaftaran capres dan cawapres yang dilaksanakan pada Agustus tahun ini, akan membawa halangan bagi peluang Prabowo.

"Tahun 2019 adalah tahun dengan hambatan besar bagi Prabowo, siklus yang berat. Biasa mendekati bulan kelahiran (Oktober), kode negatif pada nama ini semakin kuat bekerja," ungkap Heleni.

Maka Heleni memprediksi Agustus bukan waktu yang baik untuk Prabowo. Bahkan dinilai kurang membawa keberuntungan bagi Ketua Umum Partai Gerindra itu.

"Cukup berat dan puncaknya pada Oktober dan selanjutnya," ungkapnya.

Selain itu, menurut Heleni, karakter Prabowo memiliki potensi spiritual yang besar. Empatinya tinggi terhadap semua orang. Namun, sayangnya banyak orang bisa salah menebak, sehingga sosok Ketua umum Gerindra itu dianggap sebagai orang yang kurang perhatian. 

"Kepribadian Prabowo itu memang sedikit tertutup. Sosoknya perasa dan lebih menikmati kesendirian. Prabowo juga dinilai cocok dalam bidang kemanusiaan dapat membantu meringankan beban orang lain dan juga dermawan," paparnya. 

Heleni juga menilai, sosok Prabowo adalah pribadi yang suka bekerja di balik layar atau pemikir yang dalam. Sebab Prabowo memiliki kemampuan analisis dan insting yang kuat.

(ika/ce1/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up