JawaPos Radar

Tahun Ini, Pertamina Mulai Bor Dua Sumur di Blok Sanga-Sanga

07/08/2018, 03:10 WIB | Editor: Estu Suryowati
Tahun Ini, Pertamina Mulai Bor Dua Sumur di Blok Sanga-Sanga
ILUSTRASI PENGEBORAN. Tahun ini rencananya Pertamina memulai pengeboran dua sumur di Blok Sanga-Sanga, Kalimantan Timur. (dok. JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Alih kelola Blok Sanga-Sanga dari VICO Indonesia oleh PT Pertamina (Persero) mulai menunjukkan titik terang. Rencananya, tahun ini akan ada dua kegiatan pengeboran di blok migas yang terletak di pesisir Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur (Kaltim) itu.

Kepala Perwakilan Satuan Kerja Khusus Minyak dan Gas Kalimantan-Sulawesi (SKK Migas Kalsul) Syaifuddin mengatakan, untuk mempertahankan produksi Blok Sanga-Sanga, Pertamina Hulu Sanga-Sanga (PHSS) telah membuat jadwal pengeboran. Tahun ini direncanakan pengeboran dua sumur dan tahun depan ada 29 sumur.

"Pertamina Hulu Indonesia (PHI) telah menunjuk PHSS untuk mengelola blok ini. Saat ini peralihan masih lancar. Semoga ini bisa menjadi sinyal positif,” ujarnya saat konferensi pers di Kantor SKK Migas Kalsul, dikutip dari Kaltim Post (Jawa Pos Group), Selasa (7/8).

Ia menjelaskan, PHI telah membentuk tim transisi dengan tugas utama menjaga kelangsungan operasi agar produksi migas tidak turun. Termasuk mempertahankan pekerja permanen existing selama 1 tahun ke depan, terhitung sejak 8 Agustus 2018.

PHI juga melakukan perpanjangan terhadap kontrak existing (pekerjaan, peralatan dan tenaga kerja) yang telah ada maksimum selama 1 tahun sesuai kebutuhan.

"Kami juga telah melakukan rangkaian pembahasan di tingkat pusat terkait pengalihan kelola Blok Sanga-Sanga untuk meyakinkan transisi berjalan dengan lancar," katanya.

"Audiensi dengan Apdesi (Asosiasi Perangkat Desa Seluruh Indonesia) sebanyak empat kali pertemuan juga dilakukan, hingga mencapai sebuah kesimpulan antara Pemkab, SKK Migas Kalsul, PHI, VICO dan Apdesi,” ucapnya.

Di tingkat DPRD, sambungnya, SKK Migas Kalsul bersama dengan PHI/PHSS dan VICO telah melakukan audiensi serupa. "Dengan ormas (organisasi kemasyarakatan) seperti Persatuan Ormas Asli Kalimantan dan Ormas Bersatu Muara Badak, kami telah melakukan pertemuan guna mencapai kesepahaman terkait rencana alih kelola Blok Sanga-Sanga," tuturnya.

Ia mengakui, Blok Sanga-Sanga ini sangat bersentuhan dengan masyarakat sekitar. Makanya perlu pendekatan khusus.

Inilah yang akan menjadi tantangan pengelola baru, di samping masalah klasik perizinan tanah. “Tahun ini rencana ada dua sumur. Kami lihat nanti hasilnya bagaimana. Setelah ini 29 sumur lagi menyusul tahun depan," ujarnya.

"Tentunya permasalahan tanah ini sudah harus selesai di awal. Serta masalah perizinan nanti akan kami bantu. Kalau tidak diurus di awal, rencana pengeboran akan terganggu dan tidak sesuai jadwal," terangnya.

Syaifuddin membeberkan, produksi di Blok Sanga-Sanga memang terus menurun. Hingga sekarang, Blok Sanga-Sanga diperhitungkan masih memiliki cadangan minyak tidak kurang dari 13.232 thousand stock tank barrel (mstb) dan cadangan gas 448,96 miliar kaki kubik (bscf).

"Produksinya 16.733 (boepd) dan gas 70 mmscfd," tuturnya.

Terkait, peralihan selanjutnya yakni, Blok East Kalimantan, dia mengaku belum ada pertemuan. Saat ini, PHI masih fokus ke Blok Sanga-Sanga terlebih dahulu, baru lanjut ke East Kalimantan.

"Kita doakan saja peralihan ini tidak ada masalah," pungkasnya.

(jpg/est/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up