JawaPos Radar

Buron 2 Tahun, Spesialis Jambret Perempuan Menyerah di Hotel

06/08/2018, 22:55 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Spesialis Jambret
JAMBRET: Kanit Reskrim Polsek Limapuluh, Iptu Abdul Halim saat ekspos pengungkapan kasus jambret di 10 TKP, di Mapolsek Limapuluh, Pekanbaru, Riau, Senin (6/8). (Virda Alisya/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Unit Reskrim Polsek Limapuluh mengamankan pemuda berinisial AP alias Abdi, 20. Pemuda ini ditangkap karena diduga sebagai spesialis jambret perempuan. Ia juga mengaku telah beraksi di 10 lokasi atau Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Kapolsek Limapuluh, Kompol Angga F Herlambang mengatakan, warga Jalan Tunas Jaya, Kelurahan Tangkerang Labuai, Pekanbaru, Riau, ini berhasil diamankan pihaknya pada Rabu (1/8) lalu sekitar pukul 07.00 WIB.

"Dia sudah masuk dalam DPO (Daftar Pencarian Orang) kita sejak tahun 2016 lalu atas dugaan kasus pencurian dengan kekerasan," kata Angga, pada Senin (6/8).

Abdi ditangkap saat berada di kamar hotel Sabrina Nomor 310 Jalan H Imam Munandar, Pekanbaru, Riau. Penangkapannya dilakukan setelah polisi mendapatkan informasi mengenai keberadaan pria pengangguran tersebut.

"Setelah mendapatkan informasi, kita langsung menuju ke hotel itu. Kemudian dilakukan penangkapan. Saat ini pelaku bersama barang bukti berupa satu unit handphone dibawa ke Mapolsek guna penyidikan lebih lanjut," ujar Angga.

Pelaku ditangkap atas laporan dari salah seorang korbannya. Yaitu Mutiara Fannisa, 21. Kejadiannya pada tanggal 30 Desember 2016 lalu. Dalam laporan tersebut, korban sedang berdiri di depan teras fotocopy menunggu temannya.

Tak lama setelah itu, dua pria yang mengendarai sepeda motor tiba-tiba mendekati korban. Pria yang dibonceng turun dari motor dan merampas handphone yang sedang dipegang korban. Selanjutnya, kedua pria itu melarikan diri.

"Selain laporan yang dibuat korban, pelaku mengaku beraksi di 9 TKP lainnya. Aksi jambret menyasar para perempuan dan sebagian besar dilakukan pelaku dan rekannya berinisial AR di wilayah perkotaan," bebernya.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Limapuluh, Iptu Abdul Halim merincikan, adapun 9 lokasi lainnya diantaranya, satu lokasi di Jalan Beringin Beringin pada tahun 2016. Kemudian, 5 lokasi pada tahun 2017. Diantaranya, di Jalan Pattimura, Jalan Suka Terus depan SMA Handayani, Jalan Sudirman depan Tong Susu, belakang Hotel Aryaduta dan Jalan Gajah Mada.

Sisanya, sebanyak tiga lokasi dilakukan tahun 2018. Lokasi berada di Jalan Diponegoro, Jalan Utama dan Jalan Bukit Barisan. "Untuk saat ini kasusnya masih dalam pendalaman. Kita sudah menetapkan AR, rekan Abdi sebagai DPO. Kita juga mendalami dimana barang-barang hasil jambretnya dijual," pungkas Kapolsek.

(ica/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up