JawaPos Radar

Pilpres 2019

Negara Butuh Figur Antikorupsi, Prabowo-Novel Bisa Jadi Solusi

06/08/2018, 22:13 WIB | Editor: Dimas Ryandi
Novel Baswedan
Penyidik Senior KPK Novel Baswedan dinilai sebagai figur Antikorupsi dan dianggap cocok mendampingi Prabowo di Pilpres 2019. (JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Calon wakil presiden (Cawapres) untuk Prabowo Subianto dikabarkan sudah mengerucut pada dua nama. Namun belum diketahui latar dua figur itu. Dari kalangan ulama, tokoh parpol, atau bisa jadi bukan dari keduanya.

Menanggapi itu, mantan Direktur Lembaga Penelitian, Pendidikan, dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES) Suhardi Suryadi mengatakan, yang harus dipikirkan oleh Prabowo Subianto salah satunya adalah persoalan korupsi. Karenanya, negara butuh seorang figur yang kuat membereskan persoalan korupsi.

"Salah satu figurnya adalah Novel Baswedan. Ini sesuatu yang luar biasa dalam penegakan korupsi. Dia berani, berkomitmen, dan tak tebang pilih," ucap dia.

Prabowo Subianto
Ketua Umum DPP Gerindra disebut-sebut sudah mengantongi dua nama cawapresnya. (JawaPos.com)

Sehingga, lanjut Surhadi, apabila Prabowo-Novel diberi amanah untuk memimpin bangsa, maka sudah tentu seluruh menteri dan pejabat yang membantu pemerintahannya akan berisi tokoh-tokoh yang reputasinya bersih, antikorupsi, dan berintegritas. 

"Sangat mungkin seluruh isi kabinet di dalam pemerintahan Prabowo dan Novel akan berisikan menteri dan pejabat yang tentu memiliki reputasi yang berintegritas," pungkasnya.

Sementara, Pengamat Kebijakan Publik dari Budgeting Metropolitan Watch (BMW) Amir Hamzah mengatakan, walaupun sudah ada KPK namun faktanya praktik korupsi belum bisa diberantas.

"Eksisnya mereka (koruptor) menjadi penyebab ketimpangan antardaerah dan membuat masyarakat menjadi kelaparan dan susah mendapatkan pendidikan," kata Amir dalam keterangan tertulisnya kepada JawaPos.com, Senin (6/8).

Ditambahkannya, pengelolaan keuangan negara akan terus bocor apabila presiden atau wakil presiden tidak memiliki pemahaman yang cukup dan keberanian dalam pemberantasan korupsi. 

"Di tingkat pimpinan negara ini perlu ada satu tokoh yang paham tentang korupsi dan pengalaman yang baik dalam melakukan pemberantasan korupsi," pungkas Amir.

(ce1/gwn/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up