JawaPos Radar

Adopsi Bayi yang Dibuang di Bojonegoro Masih Nunggu SK Polres

06/08/2018, 21:11 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Temuan Bayi
ILUSTRASI: Status bayi yang diduga dibuang ibu kandungnya pada Kamis (2/8) lalu di sebuah warung di Jalan Raya Bojonegoro-Jatirogo, hingga kini belum jelas nasibnya (Istimewa)
Share this image

JawaPos.com - Status bayi yang diduga dibuang ibu kandungnya pada Kamis (2/8) lalu di sebuah warung di Jalan Raya Bojonegoro-Jatirogo, hingga kini belum jelas nasibnya. Pasalnya Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bojonegoro masih melakukan proses administrasi terhadap bayi yang ditemukan di Desa Banjarsari, Kecamatan Trucuk Bojonegoro tersebut.

Hingga kini, bayi tersebut masih dirawat oleh kader kesehatan Desa Banjarsari. Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bojonegoro, Helmy Elisabeth mengatakan, temuan bayi tersebut kini masih dalam proses administrasi. Pihaknya kini tinggal menunggu surat keterangan laporan kejadian dari Mapolres Bojonegoro bahwa bayi tersebut tidak memiliki keluarga dan terlantar. 

Karena, surat keterangan sehat dari Puskesmas sudah diterima. "Surat tersebut yang nanti akan digunakan mengurus bayi itu untuk diserahkan ke Pelayanan Sosial Asuhan Balita (PSAB), Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur," kata Helmy, Senin (6/8).

Selama bayi itu belum diserahkan ke PSAB milik Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur yang berada di Sidoarjo, maka masyarakat yang akan mengadopsi belum bisa. Karena, lanjut Helmy, Dinsos Bojonegoro belum memiliki PSAB sendiri, sehingga bayi tersebut akan dikirim ke PSAB di Sidoarjo. 

Sebab, nantinya bagi masyarakat yang akan mengadopsi langsung berhubungan dengan PSAB. "Dinas Sosial sini (Bojonegoro) hanya memfasilitasi. Jika nanti ada calon pengadopsi maka harus datang langsung ke PSAB di Sidoarjo. Sekarang belum bisa diadopsi karena masih mengurus surat administrasi," jelasnya.

Sekadar diketahui, saat ini bayi yang ditemukan baru berusia sekitar tujuh hari itu masih dirawat oleh kader kesehatan Desa Banjarsari, Nurul Hidayati, 39. Nurul Hidayati merawat bayi tersebut dengan menggunakan dana pribadi. Perempuan yang memiliki satu anak itu merawat bayi tersebut dengan pendampingan bidan desa.

(yud/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up