JawaPos Radar

Pengamat Minta Teknologi Penginderaan Jauh di Kembangkan

06/08/2018, 21:01 WIB | Editor: Budi Warsito
Pengamat Minta Teknologi Penginderaan Jauh di Kembangkan
Pembahasan bandara antariksa pada 2030 dalam seminar nasional di Surabaya. (Aryo Mahendro/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (LAPAN) akan membangun bandara antariksa pada 2030. Sejumlah pengamat menilai, bandara itu dapat menjadi fasilitas pengembangan teknologi yang bermanfaat bagi masyarakat.

Guru Besar Universitas Pertahanan, Makarim Wibisono mengatakan, salah satu teknologi yang dapat dikembangkan adalah penginderaan jauh. Banyak manfaat yang dapat diperoleh dari teknologi penginderaan jauh.

"Teknologi penginderaan jarak jauh dapat dimanfaatkan untuk memantau semua kekayaan alam Indonesia," kata Makarim di Universitas Airlangga, Senin (6/7).

Dengan begitu, sumber daya mineral baru dapat diketahui saat cadangan di Bumi habis. Sumber daya mineral itu dapat diperoleh di asteroid yang bertebatan di luar angkasa. Misalnya, logam emas, perak dan platinum. Makarim berpendapat kandungan logam tersebut bernilai lebih ketimbang yang ada di Bumi.

"Kalau kita enggak punya teknologi dan fasilitas yang canggih, bagaimana kita dapat memanfaatkan sekitar sembilan ribu lebih asteroid itu. Karena selama ini Tiongkok dan India yang bisa," jelasnya.

"Terutama, dalam upaya mencegah adanya tindak pencurian kekayaan alam. Misalnya, ilegal fishing. Pencuri aset akan ketahuan dengan cepat," imbuh Makarim.

Sementara itu, Direktur Pendidikan Tinggi Iptek dan Kebudayaan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional, Amich Alhumami mengatakan, penginderaan jauh itu juga akan bermanfaat bagi instansi pemerintah.

Yakni, berguna untuk suplai data bagi banyak kementerian. Salah satunya, penyediaan data untuk Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Pihak KKP mampu menavigasi para nelayan ke area laut yang banyak ikannya.

"Infrastruktur penginderaan jauhnya sendiri sudah ada. Indonesia punya ground station yang sudah dibangun. Jadi nelayan ngga perlu buang-buang waktu karena informasinya keberadaan ikan sudah ada," kata Amich.

Selain itu, Amich menyebut bahwa, teknologi penginderaan jauh juga berguna bagi petani. Karena, teknologi itu mampu mendeteksi kapan waktu yang baik untuk bercocok tanam. Yakni, dengan pencitraan dari satelit.

Karenanya, Amich berpendapat, LAPAN perlu memanfaatkan anggaran dari Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional untuk teknologi itu. Jika berhasil dikembangkan, akan ada banyak pihak yang berinvestasi pada teknologi tersebut. Meski anggarannya hanya sekitar Rp 700 hingga Rp 800 milyar.

"Maksimalkan saja anggaran yang ada. Karena manfaat dari penginderaan jauh yang dapat dikembangkan dari bandara antariksa itu, bisa dibilang prioritas," katanya.

(HDR/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up