JawaPos Radar

Jika AKBP Hartono Minta Penangguhan Penahanan, Ini Kata Kombes Argo

06/08/2018, 21:05 WIB | Editor: Bintang Pradewo
Jika AKBP Hartono Minta Penangguhan Penahanan, Ini Kata Kombes Argo
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono (Dok. JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Penyidik dari Polda Metro Jaya terus mendalami kasus narkoba yang sedang dialami Mantan Wadir Narkoba Polda Kalbar AKBP Hartono. Hal ini dilakukan agar polisi berpangkat melati dua itu akan menjalani proses pidana dan sidang kode etik.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono irit bicara soal perkembangan kasus AKBP Hartono.  "Intinya kita proses, kita proses pidana dan Propam kode etik," kata Argo, Senin (6/8).

Ketika halnya ditanya apakah AKBP Hartono sudah membeberkan dari jaringan mana dia mendapatkan narkoba tersebut. "Sudah itu, yang penting nanti kalau berkas sudah jadi, saya sampaikan. Yang penting kita proses, intinya seperti itu," singkat dia.

Begitu pula ketika ditanya apakah akan ada penangguhan penahanan terhadap AKBP Hartono selama diperiksa. "Jangan berandai-andai itu saja, bagaimana perkembangannya kan masih ditahan di sini," ucap Argo.

Seperti diberitakan sebelumnya, usai ditangkap petugas Avsec Bandara Internasional Soekarno-Hatta karena membawa sabu-sabu, AKBP Hartono menjalani pemeriksaan.

Namun dari keterangan yang didapatkan pihak Polda Kalimantan Barat (Kalbar) terhadap wakil direktur narkoba itu membawa sabu-sabu tanpa prosedur yang benar. Apalagi penangkapan itu terjadi di Jakarta.

Kabidhumas Polda Kalbar Kombes Nanang Purnomo menyatakan, Kepolisian Daerah Kalimantan Barat membenarkan adanya informasi penangkapan atas Hartono oleh pihak keamanan Bandara Soekarno-Hatta. Lantas, apa yang dilakukan di Jakarta?

Menurut Nanang, Hartono diketahui membawa barang bukti narkoba berupa sabu-sabu dari Polda Kalbar ke Jakarta. Namun, dia tidak menggunakan prosedur yang benar.

Keberadaan Hartono di Jakarta pun tidak dalam menjalankan tugas. Bahkan, yang bersangkutan ditengarai tidak memiliki izin. "Menurut keterangan, dia (AKBP Hartono, Red) ke Jakarta dalam rangka menjalankan tugas, tetapi sebenarnya tidak, dan tanpa izin," kata Nanang kemarin.

Dari hasil pemeriksaan sementara, Hartono beralasan membawa barang bukti yang akan diuji di laboratorium di Jakarta, tetapi tanpa adanya surat tugas. "Katanya untuk dilakukan uji laboratorium, tetapi tanpa prosedural. Sehingga tidak bisa mempertanggungjawabkan terkait sabu-sabu yang dibawa dan sekarang diperiksa di Mabes Polri," paparnya.

Menurut Nanang, sebelum melakukan uji laboratorium di Jakarta, Hartono akan terbang ke Kendari, Sulawesi Tenggara.

"Dia mau melakukan uji laboratorium hari ini (Senin kemarin, Red). Karena berangkat Jumat (27/7), dia menyempatkan diri ke rumah keluarganya di Kendari," tutur dia.

Di sisi lain, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menyatakan, Hartono akan menghadapi sidang kode etik sekaligus proses pidana. "Kapolri secara langsung memerintahkan pencopotan," ungkapnya.

Untuk sidang kode etik, Hartono menghadapi ancaman pemecatan. Terkait proses hukumnya, tentu saja hotel prodeo sudah menanti. "Jadi berlipat hukumannya untuk anggota Polri," jelas Setyo. 

(dna/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up