JawaPos Radar

Gempa Lombok, Kemenkominfo Bantu Jaringan Komunikasi Alternatif

06/08/2018, 19:24 WIB | Editor: Fadhil Al Birra
bts telekomunikasi, kemenkominfo gempa lombok, gempa lombok
Ilustrasi: BTS Telekomunikasi. Kemenkominfo bantu jaringan komunikasi alternatif. (Pixabay)
Share this image

JawaPos.com - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) tampak sibuk memantau kondisi akses telekomunikasi pascagempa yang terjadi di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Gempa berkekuatan 7 SR itu sebelumnya terjadi pada Minggu (5/8) pukul 18.46 Wita di Lombok Utara, NTB, dan berdampak ke Pulau Bali.

Sebagaimana JawaPos.com lansir dari situs resmi Kemenkominfo, Senin (6/8), laporan operator telekomunikasi, Senin (06/08) pukul 09.00 WIB, ada sebagian kecil (12,7%) Base Transceiver Station (BTS) yang belum bisa digunakan karena listrik padam.

Adapun hasil pemantauan Balai Monitoring Spektrum Frekuensi Wilayah NTB menunjukan terdapat 945 site BTS yang terdampak gempa dari 7.418 site yang ada di Pulau Lombok, NTB. Namun demikian, saat ini operator telekomunikasi tengah memobilisiasi genset dan baterei cadangan agar BTS bisa digunakan kembali.

Sementara Badan Aksesibilitas Telekomunikasi (Bakti) Kemenkominfo juga sudah menyediakan tambahan akses internet melalui jaringan VSAT Portable dengan kapasitas 1Mb untuk kebutuhan penanganan bencana. Setelah empat unit terpasang di Posko Pengungsian Madayin, Sembalun, Bayan, dan Sambik Elen, kini ditambahkan di Kantor Bupati Lombok Utara, Desa Pamenabg, Dusun Mentareng, Kantor Gubernur, dan RSUD Mataram.

Agar bisa memperluas jangakauan dan memenuhi kebutuhan layanan telekomunikasi bagi masyarakat, Bakti Kemenkominfo bersama operator telekomunikasi mengupayakan penyediaan Combat BTS.

Selain itu Bakti juga menyediakan tiga unit perangkat dan koneksi telepon satelit serta dua unit VSAT cadangan yang akan dioperasikan oleh Balai Monitoring Spektrum Frekuensi Wilayah NTB. Semua ditargetkan on air hari ini.

Menkominfo Rudiantara secara khusus juga telah meminta tinya di pusat maupun Balai Monitoring Spektrum Frekuensi Wilayah NTB di Mataram untuk terus berkoordinasi dengan operator telekomunkasi, ORARI dan RAPI daerah NTB. Hal ini untuk memastikan kelancaraan layanan telekomunikasi bagi masyarakat dan penanganan bencana.

Sementara itu, Ketua Umum RAPI Nasional Agus Sulistiyono mengimbau anggotanya untuk membantu penanganan bencana melalui penyelenggaraan bantuan komunikasi. Sejak Minggu malam, RAPI mengerahkan anggota untuk membantu evakuasi warga mencari lokasi aman akibat peringatan dini tsunami.

Wakil Ketua Umum ORARI Sugeng Suprijatna menyatakan telah mengerahkan dukungan anggota ORARI khususnya yang berada di NTT, Bali, dan Jawa Timur untuk membantu ORARI NTB. Frekuensi dukungan komunikasi penanggulangan bencana yang digunakan HF 7,110 MHz, VHF 145,500 dan 147,000 MHz dan Satelit LAPAN-ORARI IO-86.

Untuk memfasilitasi kebutuhan pekerja media, Kemenkominfo juga menyediakan Media Center yang akan bergabung dengan Posko Penanggulangan Bencana di Gedung Sangkareang Kantor Gubernur NTB.

(ryn/JPC)

Alur Cerita Berita

Mewujudkan Mitigasi lewat Tata Ruang 06/08/2018, 19:24 WIB
Gempa, Konstruksi, dan Edukasi 06/08/2018, 19:24 WIB
Unhas Kirim Tim Medis ke Lombok 06/08/2018, 19:24 WIB
Lihat semua

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up