JawaPos Radar

Lombok Diguncang Gempa 7 SR, Perantau Minangkabau Dikabarkan Selamat

06/08/2018, 19:23 WIB | Editor: Ilham Safutra
Lombok Diguncang Gempa 7 SR, Perantau Minangkabau Dikabarkan Selamat
Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit (Riki Chandra/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Gempa dengan kekuatan 7 SR yang mengguncang Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB), pukul 19.46 WITA, Minggu (5/8), terus menuai empati dari banyak pihak, termasuk Provinsi Sumatera Barat (Sumbar). Sebab, tidak sedikit juga warga yang tinggal di sana terdapat banyak perantau asal Minangkabau.

Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit menuturkan belum dapat memastikan nasib para perantau di wilayah bagian tengah itu. Baik yang terdampak maupun yang selamat.

"Kami masih terus koordinasi dengan Kantor Penghubung di Jakarta untuk memastikan masyarakat Sumbar atau perantau Minang yang berada di Lombok Utara, NTB," terang Nasrul Abit di Kota Padang, Senin (6/8).

Lombok Diguncang Gempa 7 SR, Perantau Minangkabau Dikabarkan Selamat
Warga tengah mengemasi puing-puing rumahnya yang roboh akibat diguncang gempa 7 SR. (Sirtu/Lombok Post/Jawa Pos Group)

Selain memastikan nasib perantau, jelas Nasrul, Pemprov Sumbar saat ini tengah menyiapkan bantuan untuk dikirimkan ke NTB untuk korban bencana gempa. "Masih dalam pembicaraan. BPBD dan Badan Keuangan Daerah tengah berkoordinasi," terangnya.

Sementara itu, Kepala Biro Kerja Sama Rantau Pemprov Sumbar Luhur Budianda mengatakan, dari informasi perantau yang berdomisili di NTB, belum ada laporan korban jiwa yang menimpa perantau.

"Sampai saat ini belum ada informasi perantau Minang yang jadi korban gempa. Tapi kami akan update terus dengan koordinasi ke perantau di NTB," terang Luhur.

Menurut data pengurus Keluarga Minang NTB, perantau Minang yang berdomisili di NTB mencapai 300 orang lebih. Semua itu tersebar di Lombok Timur, Kota Mataram, dan Lombok Utara.

"Kondisinya masih trauma di sana (Lombok). Tapi, pengurus Keluarga Minang menjanjikan segera mendata jumlah perantau yang terdampak gempa," katanya.

Saat ini, kata Luhur, yang dibutuhkan perantau Minang di Lombok adalah bantuan selimut, lotions antinyamuk, terpal, mie instan dan mineral. Sebab, korban gempa masih berada di luar rumah dan merasa waswas untuk kembali ke rumah dikarenakan gempa susulan masih sangat sering terjadi.

"Jadi, untuk bantuan nanti seperti biasa akan kita himpun. Untuk meringankan beban bagi mereka yang terdampak bencana gempa di NTB. Baik itu masyarakat setempat maupun masyarakat dan perantau Minang di sana," katanya.

Begitu juga nasib perantau Minang di pulau Bali. Dari koordinasi pihaknya dengan Sekretaris Ikatan Keluarga Minang Saiyo (IKMS) Bali, Ferri Hendri, kondisi perantau yang jumlahnya mencapapi 15 ribu orang, dilaporkan baik dan tidak mengalami korban jiwa.

(rcc/JPC)

Alur Cerita Berita

Mewujudkan Mitigasi lewat Tata Ruang 06/08/2018, 19:23 WIB
Gempa, Konstruksi, dan Edukasi 06/08/2018, 19:23 WIB
Unhas Kirim Tim Medis ke Lombok 06/08/2018, 19:23 WIB
Lihat semua

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up