JawaPos Radar | Iklan Jitu

Soal Pidato Jokowi, Begini Komentar Pedas Fahri Hamzah

06 Agustus 2018, 19:17:10 WIB | Editor: Kuswandi
Fahri Hamzah
Fahri Hamzah di sela-sela acara May Day, Selasa (1/5) (Sabik/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Fahri Hamzah menanggapi sinis pidato presiden Joko Widodo (Jokowi) yang dinilai bernuansa provokatif dan tindak kekerasan. Baginya, Jokowi harusnya melontarkan pidato yang menyatukan rakyat jelang tahun politik.

"Pidatonya dari awal ngadu domba rakyatnya sendiri. Misalnya pisahkan agama dengan politik, saya Pancasila kamu bukan. Sekarang diajak berantem relawan-relawan," kata Fahri di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (6/8).

Menurutnya, pernyataan itu berpotensi memecah belah para relawan pada pemilu 2019 mendatang. Apalagi potensi konflik yang terjadi di lingkaran para relawan akan lebih sulit dilacak.

"Kalau parpol ada mandat, ada kejelasan posisi mereka di mana, ada penanggung jawabnya, namanya relawan kan orang rela yang datang berkerumun dengan ketidakjelasan itu mau disuruh berantem, kalau berantem siapa mau tanggungjawab?," ungkapnya.

Karena itu, ia meminta Jokowi untuk berhenti melakukan pidato yang cenderung menimbulkan konflik di masyarakat. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga diminta untuk berpidato secara negarawan, bukan malah sebaliknya.

"Pidato yang membuat kita semua terpukau. Kegagalan narasi pemerintahan ini dari awal itulah yang merusak bangsa Indonesia. Presiden baru adalah presiden yang punya narasi. Narasi yang menyatukan, membangkitkan semangat kita, narasi yang membuat kita bangun dari keterpurukan, dari perasaan tidak mampu menjadi mampu, dari perasaan menggenggam dunia ini dan melakukan perubahan besar. Itu baru pemimpin seperti Bung Karno," pungkasnya.

Sebelumnya, pidato Jokowi dalam memimpin Rapat Umum Relawan Jokowi di SICC, Sentul, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (4/8) viral di media sosial. Semula, Jokowi ingin para relawan untuk bersatu dan kerja keras.

Namun, pada pidato yang diadakan tertutup awak media, Jokowi kemudian mengungkapkan pernyataan yang dinilai provokatif.

"Tidak usah suka mencela, tidak usah suka menjelekkan orang lain. Tapi kalau diajak berantem juga berani," katanya.

"Tapi jangan ngajak lho. Saya bilang tadi, tolong digarisbawahi. Jangan ngajak. Kalau diajak, tidak boleh takut," pungkasnya.

(aim/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up