JawaPos Radar

Dari Dalam Lapas, Herman Ajak 2 Anaknya Edarkan Narkoba

06/08/2018, 18:57 WIB | Editor: Yusuf Asyari
Dari Dalam Lapas, Herman Ajak 2 Anaknya Edarkan Narkoba
Ketiga tersangka saat ditemui di Mapolda Sumsel (Alwi Alim/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Meski sebagai narapidana dan masih ditahan di Lapas, Herman, 53, tak pernah jera untuk mengedarkan narkoba. Bahkan, Herman menjadikan kedua anaknya yakni Nabila, 20, dan Idham, 28, sebagai kaki tangan mengedarkan narkoba di Palembang.

Atas perbuatan Herman tersebut kedua anaknya pun harus mendekam di penjara Mapolda Sumsel. Herman diketahui berperan sama dengan RZ yang merupakan napi di Lapas Mata Merah sebagai bandar.

Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara mengatakan, tersangka juga mengendalikan peredaran narkoban dari lapas. Meski demikian, keduanya berbeda jaringan.

"Kami mencium peredaran narkoba dari lapas sudah lama dan kami terus memantaunya hingga akhirnya berhasil membongkarnya dan menangkap Herman," katanya saat ditemui di Mapolda Sumsel, Senin (6/8).

Modus yang digunakan Herman ini dengan menelpon putrinya Nabila atau Idham dari dalam lapas jika ada pesanana yang masuk. Kemudian, Herman menyembunyikan handphone agar dapat menerima pesanan dari para pengedar yang ada di Palembang.

Hingga akhirnya, Nabila ditangkap saat melakukan transaksi dengan petugas yang menyamar di Kawasan Jalan Tasik Palembang. Dari penangkapan tersebut pihaknya berhasil mendapatkan barang bukti sebanyak 370 gram sabu dalam empat paket besar.

Kemudian, pihaknya melakukan pengembangan berdasarkan keterangan dari Nabila dan menangkap kakaknya, Idham di rumahnya Jalan Talang Kerangga Lorong Langgar Nomor 871 RT 14 RW 05 Kelurahan 30 Ilir.

Dari penangkapan kakaknya tersebut pihaknya berhasil mendapatkan barang bukti ekstasi sebanyak 300 butir dan sabu seberat 7,16 gram.

"Barang bukti ini berasal dari Aceh dan diterima anaknya baru kemudian dibagi ke kedua anaknya tersebut," ujarnya.

Ia mengaku saat ini, pihaknya masih menyelidiki oknum pegawai lapas yang berperan untuk ketiga tersangka ini. Bahkan, pihaknya terus intensif berkoordinasi dengan Kantor Wilayah (Kanwil) Kementrian Hukum dan HAM Sumsel.

"Untuk sanksi itu paling lama seumur hidup," tegasnya.

(lim/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up