JawaPos Radar

Fasilitas Olah Limbah RS Dibangun Tahun Depan

06/08/2018, 17:37 WIB | Editor: Sofyan Cahyono
Risma
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini saat menerima kunjungan dari Pemerintah Provinsi Papua. (Aryo Mahendro/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya akan membangun fasilitas pengolahan limbah mulai tahun depan. Fungsinya untuk mengolah limbah semua rumah sakit di Surabaya.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini tidak merinci bagaimana skema pembangunanya dan berapa kapasitasnya. Namun, Risma mengklaim bahwa pembangunan fasilitasnya tidak akan menelan biaya besar.

Proses pembangunannya juga akan dibantu pihak Jepang, dalam hal ini adalah Pemerintah Kota Fukuoka. "Saya sudah ketemu pihak Jepang. Berdasarkan perhitungan mereka, biayanya murah sekali," kata Risma di Balai Kota Surabaya, Senin (6/8).

Pembangunan fasilitas pengolahan limbah tidak secara khusus di tiap rumah sakit. Maksudnya, satu fasilitas pengolahan limbah rumah sakit yang besar dan lengkap. Sehingga semua rumah sakit se-Surabaya dapat menggunakannya.

Setiap rumah sakit yang akan memanfaatkan fasilitas itu akan dikenakan biaya. "Jadi rumah sakit itu bayar kalau mau pakai fasilitasnya. Pembayaran bukan untuk menyewa fasilitasnya. Tapi untuk jasa pengolahan limbahnya," terang Risma.

Terpisah, Humas RSU dr. Soetomo dr. Pesta Parulian mengatakan, fasilitas pengolahan limbah di tempatnya sudah lengkap dan memadai. Rumah sakit milik pemerintah itu juga sudah punya incenerator dan satu instalasi pengolahan air limbah induk.

"Fasilitas pengolahan limbah kami sudah settle. Lengkap dan memadai. Nggak ada masalah. Karena kalau tidak, kami tidak bisa beroperasi," tuutur dr. Pesta.

Ada dua jenis limbah yang selama ini diolah pihak rimah sakit. Yakni, lombah padat dan cair. Limbah cair berupa cairan kimia, obat cair dan darah pasien diolah pada IPAL. Hasil pengolahannya berupa air bersih yang biasa digunakan untuk menyiram tanaman di lingkungan rumah sakit.

Sedangkan limbah padat seperti jarum suntik bekas, sarung tangan karet sekali pakai, dan obat-obatan padat. Cara penanganannya dengan dibakar di incenerator.

"Saya tidak tahu berapa kapasitasnya. Yang jelas, hasil pengolahan padat dimanfaatkan sebagai pupuk kompos. Jadi kami tidak perlu khawatir soal limbah," ucapnya.

Hal senada disampaikan Humas RS RKZ dr. Agung Kurniawan. Menurutnya, RKZ sudah memiliki fasilitas pengolahan limbah yang diakui Komite Akreditasi Rumah Sakit. Antara lain fasilitas incenerator dan IPAL.

Meski demikian, Agung menyambut baik rencana fasilitas tersebut yang digagas Pemkot Surabaya. Menurutnya, ada sejumlah faktor yang dapat menjadi bagi pihak rumah sakit. Misalnya, terkait biaya dan jenis limbah sendiri.

"Saya tidak mengatakan ya atau tidak. Karena tergantung bagaimana fasilitasnya, berapa kapasitasnya dan limbah apa saja yang dapat diolah. Misalnya kalau memang dapat mengurangi biaya pengolahan limbah, ya boleh saja," ulas dr. Agung.

(HDR/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up