JawaPos Radar

Waduh, Taman Bungkul Jadi Transaksi Narkoba Jaringan Lapas

06/08/2018, 17:37 WIB | Editor: Yusuf Asyari
Waduh, Taman Bungkul Jadi Transaksi Narkoba Jaringan Lapas
Kepala BNNK Surabaya AKBP Suparti (kanan) menunjukkan barang bukti yang diamankan dari tiga tersangka pengedar sabu-sabu (Dida Tenola/JawaPos.com)
Share this

JawaPos com - Pengedar sabu-sabu sudah tidak punya urat takut. Mereka berani menjajakan barang haram tersebut di tempat yang ramai. Seperti tiga orang pengedar sabu-sabu dan ekstasi yang diringkus Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Surabaya.

Mereka berani mengedarkan sabu-sabu di Taman Bungkul. Ketiganya adalah Untung Hariono alias Hari, 32, warga Karang Rejo VII Surabaya; Sigit Nugroho alias Cuki, 34, warga Jetis Kulon I Surabaya; dan Odit Trinawan alias Bayu, 31, warga Dinoyo Alun-alun II Surabaya.

"Mereka ini jaringan dua lapas. Bertemunya di Taman Bungkul," jelas Kepala BNNK Surabaya AKBP Suparti, Senin (6/8).

Dua Lapas tersebut adalah Lapas Pamekasan dan Madiun. Hari adalah kaki tangan seorang napi Valen yang mendekam di Lapas Pamekasan. Anak buah Hari adalah Cuki. Sedangkan Bayu adalah orang kepercayaan seorang napi Lapas Madiun yang bernama Yuli.

Suparti menambahkan, Hari dan Bayu menerima sabu-sabu dengan sistem ranjau. Biasanya keduanya sudah dihubungi oleh bosnya masing-masing untuk mengambil barang. "Sekali terima barang biasanya per 1 ons. Mereka (Hari dan Bayu, Red) kemudian mengemas ulang jadi poket-poket kecil," tambah Suparti.

Setelah dibungkus dalam kemasan kecil, sabu-sabu itu dijual kepada pembeli. Hari dan Bayu punya pelanggan tetap.

Salah seorang petugas BNNK yang tidak ingin namanya disebut mengungkapkan, baik Bayu dan Hari punya komunitas. Mereka biasanya berkumpul di sebuah warung yang berada di Taman Bungkul.

"Biasanya sudah janjian dulu. Mereka awalnya kumpul buat ngopi bareng di Taman Bungkul, setelah itu pengedar ngasih paket sabu-sabu diam-diam. Biasanya diselipkan gitu lewat bawah meja," ungkapnya.

Saat ini, para pelanggan sabu-sabu yang biasa membeli di Taman Bungkul itu sudah tiarap. "Sudah nggak ada sekarang. Semuanya kocar-kacir, tahu kalau pengedarnya ketangkap," lanjutnya.

Sementara itu, Hari juga mengakui bahwa dirinya menjajakan serbuk terlarang itu di Taman Bungkul. Dia mengenal para pelanggannya, karena pernah jadi tukang parkir di Taman Bungkul. "Saya jadi pengedar sejak Mei lalu," akunya.

Dia membeberkan, selama ini dia diminta mengambil sabu-sabu di luar kota. "Dua kali ambil di Mojokerto sama Gor Delta Sidoarjo," bebernya.

Dari tangan ketiga tersangka, BNNK berhasil mengamankan sabu-sabu seberat 28,97 gram. Selain itu, lembaga antimadat itu juga menyita 7 butir ekstasi dari tangan Hari. Mereka dijerat pasal 114 ayat (2) dan atau pasal 112 ayat (2) dan atau pasal 113 ayat (1) UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

(did/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up