JawaPos Radar

Ilmuwan Temukan Jejak Ledakan Supernova di Dekat Sistem Tata Surya

06/08/2018, 17:28 WIB | Editor: Dhimas Ginanjar
Ilmuwan Temukan Jejak Ledakan Supernova di Dekat Sistem Tata Surya
()
Share this image

JawaPos.com - Para ilmuwan terus berusaha memecahkan teka-teki tentang ledakan supernova yang diyakini terjadi pada jutaan tahun yang lalu. Kini, para ilmuwan menemukan titik terang jejak ledakan terdekat dengan sistem tata surya kita. Bukti itu didapat dari kandungan antimateri (positron dan antiproton) hasil ledakan supernova.

Lazim diketahui, peristiwa Supernova menandai berakhirnya masa suatu bintang. Umumnya, bintang yang mengalami supernova akan tampak sangat cemerlang. Bintang tersebut nanti akan melepaskan energi yang setara dengan energi matahari.

Kecepatan material dari ledakan diyakini mencapai 30.000 km/s dan melepaskan gelombang kejut yang mampu memusnahkan medium antarbintang. Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah eksperimen mengungkapkan beberapa anomali dalam spektrum sinar kosmik. Termasuk, perubahan rasio aliran proton dan helium yang tergantung pada suatu energi.

Nah, Tim astrofisik internasional yang terdiri dari ilmuwan National Research Nuclear University MEPhI (Moscow Engineering Physics Institute), Institut Fisika Troncheim Norwegia, Departemen Astronomi Universitas Jenewa Swiss, Universitas Diderot Perancis, dan Observatori Sorbonne Perancis, menemukan teori baru.

Para ilmuwan telah mengajukan sejumlah besar model yang dapat menjelaskan beberapa anomali tersebut secara terpisah. Tim astrofisik internasional dari Rusia, Perancis dan Swiss mengusulkan teori yang menjelaskan semua anomali sinar kosmik yang telah ditemukan selama waktu belakangan ini.

Sesuai dengan teori baru yang dikembangkan para ilmuwan, salah satu sebab utama anomali adalah ledakan bintang Supernova yang terjadi tidak jauh dari Sistem Tata Surya. Seperti diceritakan kepada Sputnik, profesor National Research Nuclear University MEPhI Dmitry Semikoz menyebut ledakan bintang supernova terjadi pada 2-3 juta tahun yang lalu.

’’Jaraknya kurang lebih 220-450 tahun cahaya dari sistem tata surya, ‘’ ujar Dmitry Semikoz. Sebagai gambaran, jarak itu masih 50-100 kali lebih jauh dari jarak Bumi ke bintang Proxima Centauri. Padahal, Proxima Centauri terletak sejauh 4,2 tahun cahaya dari Bumi.

Menurut pendapat Ilmuwan, penelitian terbaru di dasar lautan dan tanah Bulan juga mendukung teori itu. Bahwa, kira-kira 2 juta tahun yang lalu di dekat sistem tata surya telah terjadi ledakan bintang Supernova. Indikator waktu dari peristiwa kosmik ini ialah kandungan isotop besi Fe60 yang terbentuk hanya dalam bintang Supernova.

“Apabila peristiwa yang digambarkan akan berulang, maka Bumi akan mengalami perubahan iklim secara global dan peningkatan tingkat radiasi yang signifikan. Apabila bintang Supernova meledak pada jarak yang 10 kali lebih dekat, maka mengakibatkan malapetaka untuk kehidupan di Bumi,’’ terang Dmitry Semikoz.

Tergantung pada jarak ke supernova, sebagian atau bahkan sepenuhnya, semua makhluk hidup di Bumi akan musnah,’’ imbuhnya.

Untungnya, peristiwa semacam ini terjadi amat jarang. Bintang Supernova yang terletak pada jarak ratusan parsec (satuan panjang yang digunakan dalam astronomi untuk benda-benda di luar Tata Surya) dari Bumi, meledak sekali dalam jutaan tahun. Dan ledakan supernova yang terletak pada jarak sepuluh parsek bisa benar-benar berbahaya untuk makhluk hidup, tapi terjadi sekali dalam beberapa miliar tahun.

(iml/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up