JawaPos Radar

Edarkan Narkoba, Napi dan Oknum Sipir Rutan di Palembang Ditangkap

06/08/2018, 17:35 WIB | Editor: Budi Warsito
Edarkan Narkoba, Napi dan Oknum Sipir Rutan di Palembang Ditangkap
Kapolda Sumsel, Irjen Zulkarnain saat memberikan keterangan pers (Alwi Alim/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Kepolisian Daerah Sumatera Selatan ((Polda Sumsel) mengungkap kasus peredaran narkoba dari lapas Merah Mata Palembang. Dari pengungkapan tersebut, Polda Sumsel berhasil menangkap dua tersangka yaitu, AD; 36; oknum sipir Klas I, Merah Mata Palembang dan RZ; 28; oknum Napi.

Kapolda Sumsel, Irjen Zulkarnain Adinegara mengatakan, penangkapan ini berawal dari informasi masyarakat bahwa telah terjadi transaksi narkoba antara AD dan SA di Perumahan Talang Jambe Residence.

Kemudian, pihaknya melakukan penyelidikan dan melakukan penggeledahan terhadap AD di Jalan Tanjung Api-Api, tepatnya di simpang lampu merah lalu lintas Bandara SMB II Palembang. Namun, saat penggeledahan pihaknya pun tidak dapat menemukan barang bukti narkoba.

Berdasarkan keterangan AD, bahwa barang narkoba tersebut telah diserahkan kepada SA. Kemudian, pihaknya mendatangi rumah SA dan berhasil menemukan barang bukti berupa sabu seberat 209,56 gram.

"Saat ini kami masih mencari SA, karena saat kerumah SA, kondisi rumah terkunci tidak ada orang," katanya saat ditemui di Mapolda Sumsel, Senin (6/8).

Pihaknya kemudian melakukan pengembangan dan berhasil menangkap RZ yang merupakan napi di Lapas Klas IA Merah Mata Palembang. Kemudian langsung membawa barang bukti ke Ditres Narkoba Polda Sumsel untuk penyelidikan lebih lanjut.

"Tersangka terancam hukuman pidana paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun atau seumur hidup," tutupnya.

Sementara itu, Dir Resnarkoba Polda Sumsel, Kombes Farman menambahkan, penyelidikan ini dilakukan lebih kurang selama empat bulan. "Awalnya itu ditelpon masyarakat bahwa ada transaksi sehingga kami langsung mengikuti tersangka dan baru berhasil melakukan penangkapan," katanya.

Menurutnya, peredaran narkoba yang melibatkan oknum sipir dan napi ini sudah cukup lama dimana untuk 1 kilogram nya mendapatkan untuk Rp 50 juta.

Dimana, napi berperan sebagai pengendali saja di lapas sehingga untuk melancarkan aksinya tersebut bekerja sama dengan sipir sebagai kurirnya.

"Untuk hukuman napi tentunya nanti akan diperberat, apalagi hukumannya yang lalu belum selesai. Tapi, yang menentukannya yakni hakim," tutupnya.

(lim/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up