JawaPos Radar

Elegan dan Sporty, Penuhi Jiwa Petualang di Koleksi Jaeger-LeCoultre

06/08/2018, 17:19 WIB | Editor: Nurul Adriyana Salbiah
jam tangan Jaeger-LeCoultre, koleksi Jaeger-LeCoultre terbaru,
Koleksi jam tangan Jaeger-LeCoultre 'The Polaris Geographic WT'. (Jaeger-LeCoultre)
Share this image

JawaPos.com - Merek jam tangan Swiss, Jaeger-LeCoultre kembali hadir dengan edisi spesialnya. Kali ini masih dalam rangkaian koleksi Jaeger-LeCoultre Polaris, label ini merilis model baru edisi terbatas yakni 'The Polaris Geographic WT'. Secara ekslusif seri ini hanya tersedia sebanyak 250 buah di seluruh butik Jaeger-LeCoultre.

Desainnya terinspirasi oleh jam tangan ikonik Memovox Polaris tahun 1968. Sementara kurva sepenuhnya didesain ulang memberikan kesan elegan dan sporty yang sangat cocok untuk karakter pria cosmopolitan. Sesuai dengan DNA-nya, jam tangan ini tetap memiliki tampilan berani dan jiwa petualang.

"The Polaris Geographic WT (Wolrd Time) terinspirasi dari para traveler dunia. Dirancang untuk menemukan 24 jam zona waktu dunia yang langsung terlihat pada flens, dan dapat disesuaikan dengan crown pada pukul 10," ungkap Mr. Maxence Kinget, Managing Director Jaeger-LeCoultre for Southeast Asia saat presentasi media di kawasan SCBD Jakarta Selatan, Rabu (1/8)

jam tangan Jaeger-LeCoultre, koleksi Jaeger-LeCoultre terbaru,
Koleksi jam tangan Jaeger-LeCoultre 'The Polaris Geographic WT'. (Jaeger-LeCoultre)

Keistimewaan jam tangan The Polaris Geographic WT, lanjut Maxance, terletak pada fitur zona waktu. Dengan ukuran casing 42 mm menaungi kaliber 936A / 1, yang secara otomatis membawa fungsi geografis, sehingga ideal untuk pelancong dan pria petualang. Untuk menentukan perbedaan waktu dari satu kota ke kota lainnya berdasarkan musim, terdapat tanda bintang putih yang perbedaan satu jam.

Desain tombol pada jam tangan ini mengcover dua warna Jaeger-LeCoultre The Polaris Geographic WT yang khas yakni warna biru dan hitam. Tombol biru yang memberikan kesan mendalam dilengkapi dengan tiga fitur utama seperti opaline base untuk piringan, sub-dial kalender pada pukul 2, serta zona waktu kedua pada pukul 6, dan cadangan daya pada pukul 10.

"Piringan siang atau malam, dibedakan menjadi dua bagian hitam dan putih, dapat langsung dikenali dan menunjukkan apakah siang atau malam di kota setempat - dan karena itu ada zona waktu kedua pilihan," jelasnya.

Salah satu detail kecil namun menarik perhatian pada piringan adalah gambar matahari kecil yang menunjukkan waktu siang hari dan bulan sabit kecil untuk waktu malam. Jam tangan dengan ketebalan 11,54 mm memiliki water resistence atau ketahanan air hingga 100 meter.

Model Jaeger-LeCoultre Polaris 2018 telah sepenuhnya didesain ulang yakni dengan lugs lebih pendek dan bezel lebih ramping. Penggunaan kaca akrilik sudah digantikan oleh kristal safir, sehingga memberikan kesan arloji kontemporer dan elegan.

(fid/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up