JawaPos Radar

Bantu Korban Gempa, Kostrad Terjunkan Pasukan Kesehatan ke NTB

06/08/2018, 17:18 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Divisi 2 Kostrad
SATGAS KESEHATAN: Divisi Infanteri 2 Kostrad memberangkatkan 64 personel kesehatan untuk bantu korban gempa. Mereka take off dari Lanud Abdulrachman Saleh.  (Tika Hapsari/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Divisi Infanteri 2 Kostrad memberangkatkan prajurit dari Batalyon Kesehatan 2 Kostrad, Senin (6/8). Hal ini menyusul bencana gempa bumi yang kembali mengguncang Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Minggu (5/8) malam.

Pasukan kesehatan dari Yonkes 2 Kostrad ini akan membantu korban dampak gempa. Total, ada 64 personel yang diberangkatkan dari Malang. Mereka diangkut dengan pesawat Hercules milik TNI AU. Pesawat angkut militer ini juga mengangkut bantuan obat-obatan, makanan, minuman, tenda, dan sejumlah keperluan lainnya. Total berat keseluruhan adalah delapan ton. 

Satgas Kesehatan Yonkes 2 Kostrad ini dipimpin langsung oleh Komandan Yonkes 2 Kostrad, Letkol Ckm Shohibul Hilmi. Dia menjelaskan, mereka membawa berbagai perlengkapan kesehatan. Diantaranya, meliputi modul bedah, polum, perawatan, gawat darurat, farmasi, makanan dan tenda rumah sakit lapangan.

"Pengiriman bantuan Satgas TNI ini merupakan tindaklanjut dari instruksi Presiden Joko Widodo melalui Panglima TNI untuk segera memberikan penanganan korban gempa bumi dengan cepat, mengingat masih terjadi gempa-gempa susulan," bebernya panjang. 

Dia juga mengatakan, bahwa pihaknya akan berusaha semaksimal mungkin membantu para korban. Mereka, lanjut dia, mengerjakan satu unit rumah sakit lapangan lengkap dengan modul-modul pendukungnya.

"Disertai berbagai jenis tenda lapangan, meja, kursi, velbet, genset serta beberapa jenis kendaraan truk maupun ambulans untuk mengangkut para korban," tandasnya. 

Sebagai informasi, NTB kembali diguncang gempa dengan kekuatan 7,0 skala richter, Minggu (5/8). Berdasarkan data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), jumlah total korban meninggal dunia adalah 91 orang. 

BNPB juga mencatat, 209 orang luka-luka, ribuan jiwa masyarakat mengungsi dan ribuan rumah rusak. Diperkirakan jumlah korban dan kerusakan akibat dampak gempa akan terus bertambah. Pendataan masih terus dilakukan oleh aparat.
 
Semua korban meninggal dunia adalah warga negara Indonesia. Belum adanya laporan wisatawan yang menjadi korban akibat gempa.

Ribuan pengungsi tersebar di banyak tempat. Belum semua pengungsi memperoleh bantuan. Pengungsi masih berada di lapangan dan di halaman rumahnya sebagai pengungsi mandiri. 

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, menjelaskan, TNI AU memberangkatkan 3 pesawat Hercules C-130 untuk mengirim satgas kesehatan. Mereka membawa obat-obatan, logitik, tenda, dan alat komunikasi.

KRI dr Suharso diberangkatkan dari Surabaya ke Lombok untuk dukungan kapal rumah sakit. Basarnas mengirimkan personel, helikopter, kapal dan peralatan untuk menambah kekuatan operasi SAR.

Polri mengirimkan personel, tenaga medis dsn obat-obatan dan dua helikopter. Kementerian Pariwisata mengaktivasi Tim Crisis Center untuk memantau kondisi wisatawan. Kementerian Pu Pera menggerakkan alat berat, menambah air bersih dan sanitasi. Kementerian/Lembaga dan NGO mengirimkan personel dan bantuan.
 
"Kebutuhan mendesak saat ini adalah permakanan khususnya makanan siap saji, air mineral, air bersih, tenda, terpal, tikar, selimut, pakaian, makanan penambah gisi, layanan trauma healing, dapur umum, obat-obatan, pelayanan kesehatan, dan kebutuhan dasar lainnya untuk pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi," bebernya.

(tik/JPC)

Alur Cerita Berita

Mewujudkan Mitigasi lewat Tata Ruang 06/08/2018, 17:18 WIB
Gempa, Konstruksi, dan Edukasi 06/08/2018, 17:18 WIB
Unhas Kirim Tim Medis ke Lombok 06/08/2018, 17:18 WIB
Lihat semua

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up