JawaPos Radar

Hotman Paris Kawal Kasus Pemerkosaan Unik dan Langka di Palangkaraya

06/08/2018, 18:05 WIB | Editor: Bintang Pradewo
Hotman Paris Kawal Kasus Pemerkosaan Unik dan Langka di Palangkaraya
Hotman Paris kawal tes DNA ulang terduga pelaku, korban dan bayi. (Istimewa)
Share this image

JawaPos.com - Pengacara kondang, Hotman Paris Hutapea kembali menangani kasus dari kopi Joni. Namun, Hotman menyebut kasus ini unik dan jarang terjadi di Indonesia, maka dirinya tertarik untuk menyelesaikan kasus ini.

Kasus ini bermula dari ayah seorang anak perempuan di bawah umur, Untung, yang datang ke Kedai Kopi Joni ingin meminta Hotman membantunya menemukan keadilan atas pemerkosaan yang terjadi pada puterinya.

Dalam akun instagram pribadinya pada Senin (6/8), Hotman menyatakan bahwa hasil tes golongan darah terhadap bayi, ibunya, dan terduga pelaku, menunjukkan kecocokan. Dalam video tersebut, Hotman pun sampai menggambar hubungan antar golongan darah.

"Kasus Palangkaraya ini terduga pelaku golongan darahnya B, sedangkan wanita remaja ini golongan darahnya O, dan menurut Pak Putut (Kepala Laboratorium DNA Biddokpol Pusdokkes Polri) pasti anaknya B atau O," jelasnya saat tengah melakukan tes DNA ulang.

"Ternyata si bayi O. Berarti sudah ada satu poin titik kedekatan mengenai dugaan keterlibatan si pelaku, karena dugaan bayi hasil pemerkosaan itu sama dengan alternatif B atau O," sambungnya.

Tidak sampai disitu, selain golongan darah Hotman pun mendorong agar diadakan tes DNA di Laboratorium DNA Biddokpol Pusdokkes Polri, Cipinang, Jakarta Timur antara diduga pelaku dengan bayi untuk memperkuat bukti dari tes Golongan Darah yang telah dilakukan.

"Golongan Darah baru sebagian dari bukti karena bayi sudah ada kecocokan golongan B sama O hasilnya O, maka harus dilanjutkan dengan tes DNA," terangnya.

"Kalau ini sampai berhasil, kita akan angkat tangan sama Biddokpol Pusdokkes Polri dan juga kepada Propam dan pimpinan Polri," tambah Hotman.

Dalam video tersebut, Hotman pun terus berada dekat dengan tim Laboratorium, untuk memantau langsung pengambilan sampel dari usapan pipi bagian dalam. Hal ini dilakukan untuk mengambil sel epitel, yang akan dilakukan untuk menentukan keterikatan DNA ayah, ibu dan bayi.

"Tes DNA tidak selalu ambil darah ya. Jadi semua sudah diambil ya sampel dari anak, ibu dan diduga pelaku masing-masing dua kali dan disegel untuk diperiksa sama pihak Kepolisian," tandasnya.

Didampingi Puan PAN DKI Jakarta yang diketuai Devita Rusdy, Hotman dan Devita mengaku akan terus mengawal tes ulang DNA tersebut. Menurut Devita, rombongan dari Palangkaraya diketahui mendarat di Bandara Soekarno-Hatta pukul 08.30 WIB, untuk terlebih dahulu dibawa ke Divisi Propam Mabes Polri, Jakarta Selatan.

"Sekitar pukul 10.00 WIB berangkat dari Divisi Propam Mabes Polri menuju Biddokpol Pusdokkes Polri di Cipinang, Jakarta Timur. Sampai di Cipinang pukul 11.00 WIB," terang Devita.

Sebelumnya, kedua orang tua remaja perempuan berumur 15 tahun mengadu kepada Hotman bahwa putrinya menjadi korban pemerkosaan seorang pria. Terduga pelaku diketahui melakukan pemerkosaan sebanyak dua kali, hingga mengandung bahkan melahirkan bayi.

Naas, terduga pelaku tidak mengakui bayi tersebut sebagai darah dagingnya sendiri. Orang tua korban pun mengaku mencurigai adanya ketidakberesan dalam tes DNA yang telah dilakukan di Palangkaraya. Maka, Hotman dimintai tolong dalam pengusutan kasus tersebut di Jakarta.

(rgm/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up