JawaPos Radar

WNA Terjebak di Lombok Tak Harus Bayar Denda Overstay

06/08/2018, 16:17 WIB | Editor: Dyah Ratna Meta Novia
korban gempa lombok
Setidaknya ada 13 ribu WNA dari berbagai negara yang sedang berada di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) saat ini (Direktorat Jenderal Imigrasi)
Share this image

JawaPos.com - Setidaknya ada 13 ribu WNA dari berbagai negara yang sedang berada di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) saat ini. Dari data jumlah WNA tersebut, Direktorat Jenderal Imigrasi mengatakan, para WNA yang melebihi jangka waktu tinggal akibat bencana, tak harus membayar denda.

Para WNA memegang berbagai macam visa. Selain menggunakan visa kunjungan terdapat pula WNA pemegang Izin Tinggal Terbatas, Izin Tinggal Tetap dan Kemudahan Khusus Keimigrasian (Dahsuskim). WNA dengan pemegang visa kunjungan terbanyak adalah laki-laki berjumlah 1.030.

Lebih spesifik, WNA tersebut berasal dari 74 negara, dengan rincian warga negara asing terbanyak adalah Perancis 448 orang, Australia 406 orang, Inggris 376 orang, Jerman 326 orang, dan Belanda 298 orang. WNA yang izin tinggalnya melebihi batas waktu akibat bencana alam, tidak akan dikenakan biaya tambahan.

korban gempa lombok
Banyak orang jadi korban gempa di Lombok (AFP)

"Sesuai dengan kebijakan keimigrasian yang diatur dalam Penanggulangan Keadaan Darurat di Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) maka bagi orang asing yang overstay, yang disebabkan oleh bencana alam, kepada yang bersangkutan tidak akan dikenakan biaya denda USD 25/hari dan dapat langsung diberangkatkan ke negara asal," kata Kepala Bagian Humas dan Umum Direktorat Jenderal Imigrasi Agung Sampurno dalam siaran persnya, Senin, (6/8).

Sedangkan WNA yang kehilangan dokumen perjalanan bisa meminta emergency document atau dokumen darurat dari kedutaan masing-masing. Para WNA tidak harus membuat laporan kehilangan dari polisi dan surat pengantar dari Kantor Imigrasi.

Saat ini Kantor Imigrasi Mataram telah membuat Posko Bersama di Bandara Lombok Raya. Tugas posko tersebut adalah mendata dan membantu proses kepulangan WNA.

Selain itu beberapa kedutaan seperti Australia, Perancis, Singapura, dan Spanyol telah menempatkan petugas Konsuler untuk mendata warga negaranya yang membutuhkan bantuan. Kantor Imigrasi Mataram juga tetap membuka pelayanan Keimigrasian baik kepada WNI dan WNA.

Hingga Senin (6/8) sore ini terdapat satu WNA Tiongkok yang datang melaporkan kehilangam dokumen perjalanannya ke Kantor Imigrasi Mataram. Ini telah dikoordinasikan dengan Kedutaannya untuk diterbitkan emergency passport untuk proses kepulangannya.

"Kondisi Bandara Lombok Raya sangat padat dan ramai oleh para WNA yang ingin keluar dan kembali ke negara asalnya, demikian juga halnya penumpang domestik yang ingin keluar dari Lombok," lanjut Agung.

(iml/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up