JawaPos Radar

Tren di Musim Panas, Ini Uniknya Topi Lebar Hingga Menutupi Muka

06/08/2018, 16:07 WIB | Editor: Nurul Adriyana Salbiah
tren topi musim panas, tren topi lebar, topi lebar,
Penggunaan topi besar yang sedang tren saat musim panas. (NYT)
Share this image

JawaPos.com - Tren dunia fashion tak akan pernah kehilangan ide. Kini, fashion people semakin peduli dengan kesehatannya, terutama kesehatan kulit. Mereka juga sangat peduli dengan isu antiaging atau meremajakan kulit. Maka solusi yang ditawarkan dunia fashion adalah topi lebar antimatahari yang terbuat dari jerami.

Di Amerika dan Eropa, topi lebar sedang populer untuk merayakan musim panas 2018. Bahkan banyak orang kehabisan topi tersebut karena laris manis.

"Topi lebar membuat saya banyak diperhatikan orang, banyak wanita yang berhenti dan menengok ketika saya mengenakan topi besar ini," kata salah satu perempuan bernama Jeanette Jones, seorang humas perusahaan dari Toronto yang mengunjungi Paris, seperti dilansit dari Gulfnews, Senin (6/8).

Seorang model dan aktris yang tinggal di New York, Daniella Van Graas, menyatakan hal yang sama. “Tren topi lebar benar-benar menggebrak mode," ujar Daniella.

tren topi musim panas, tren topi lebar, topi lebar,
Penggunaan topi besar yang sedang tren saat musim panas. (gulfnews)

Bahkan, Label topi Palapa Hat, dari tim desain Meksiko Olmos & Flores membuat topi lebar hingga ukuran 57 cm dengan pinggiran 25 cm. Ukuran topi itu lebih dari dua kali besarnya dari topi yang pernah dibuat oleh label Eric Javits Giant Floppy yang sudah cukup besar. Saat itu, topi tersebut dipakai oleh Serena Williams di sampul majalah InStyle edisi Agustus.

Label lain adalah topi Grand Chapeau La Bomba yang didesain oleh perancang Prancis otodidak Simon Porte Jacquemus yang dihargai sekitar USD 700 atau setara Rp 10 juta. La Bomba adalah topi dengan lingkaran sempurna yang terbuat dari jerami gandum, dengan pinggiran 54,6 cm yang memiliki detail melengkung di satu sisi. Seorang pembeli, Leo Maribo, mencoba La Bomba dalam perjalanannya ke Paris.

"Topi ini ringan dan nyaman, tetapi agak sulit untuk dipakai dalam kehidupan sehari-hari," katanya.

Seorang model asal Denmark, Rosenzweig, melihat topi lebar di layar kaca dan membelinya untuk dipakai pada pernikahannya di bulan Mei bersama Tal R., seorang seniman.

"Ketika kami berciuman setelah upacara, kami bisa bersembunyi di bawah topi," katanya.

Seorang stylist, Melissa Dunne, juga membeli La Bomba dengan ukuran yang lebih kecil. Dia menyebutnya sebagai simbol status yang sangat mahal.

(ika/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up