JawaPos Radar

Pasca Runtuhnya Bendungan di Laos, Korban Tewas Jadi 31 Orang

06/08/2018, 18:05 WIB | Editor: Dyah Ratna Meta Novia
runtuhnya bendungan laos
untuhnya bendungan di Laos Selatan beberapa waktu lalu masih memakan korban. Peristiwa tersebut lantas menyapu seluruh desa serta lahan pertanian, jumlah korban tewas dilaporkan telah bertambah menjadi 31 orang (Skynews)
Share this image

JawaPos.com - Runtuhnya bendungan di Laos Selatan beberapa waktu lalu masih memakan korban. Peristiwa tersebut lantas menyapu seluruh desa serta lahan pertanian, jumlah korban tewas dilaporkan telah bertambah menjadi 31 orang.

Pejabat setempat mengatakan, pascabencana tersebut jumlah korban tewas bertambah menjadi 31 orang dan masih banyak korban hilang. Informasi tentang jumlah korban tewas dan hilang telah keluar dari zona bencana sejak runtuhnya bendungan 23 Juli lalu.

Seorang pejabat di Provinsi Attapeu Selatan mengatakan, jumlah korban tewas telah bertambah dan sejumlah lainnya masih hilang setelah beberapa minggu bendungan itu runtuh.

runtuhnya bendungan laos
Laos mengalami banjir lumpur (Channel News Asia)

"Operasi pada hari lalu, tim menemukan mayat sehingga korban tewas jadi 31 orang. Sementara jumlah korban hilang mencapai 130 orang," kata Wakil Gubernur Attapeu Ounla Xayasith, Minggu, (5/8), seperti dilansir Channel News Asia.

Sebagian pejabat dan media memberikan keterangan yang bertentangan mengenai jumlah korban tewas setelah bendungan tersebut runtuh. Bendungan senilai USD 1,2 miliar tersebut merupakan usaha antara perusahaan Korea Selatan (Korsel), Laos, dan Thailand.

Namun nahas, bendungan tersebut runtuh dan menenggelamkan puluhan desa di salah satu provinsi termiskin di Laos. Hal itu tentunya membuat ratusan warga harus rela kehilangan tempat tinggal, harta benda, bahkan keluarga mereka.

Upaya penyelamatan besar-besaran dipersulit oleh lokasi terpencil dari bencana. Apalagi infrastruktur di sana tak memadai.

"Kami akan fokus pada upaya pemberian bantuan di lapangan untuk saat ini dan akan membahas paket kompensasi apa pun setelah tim investigasi mengumumkan hasil resmi penyelidikan mereka," kata seorang juru bicara kepada AFP pada Senin, (6/8).

(trz/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up