JawaPos Radar

Polisi Temukan Kejanggalan Kasus Kebakaran yang Tewaskan 1 Keluarga

06/08/2018, 15:35 WIB | Editor: Yusuf Asyari
Polisi Temukan Kejanggalan Kasus Kebakaran yang Tewaskan 1 Keluarga
Kapolrestabes Makassar, Kombes Irwan Anwar disela-sela proses penyerahan jenazah kepada pihak keluarga di rumah sakit Bhayangkara, Makassar, Senin (6/8). (Sahrul Ramadhan/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Polisi menyelidiki kebakaran yang menewaskan satu keluarga di jalan Tinumbu, 166B, Kelurahan Pannampu, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, Senin (6/8) pagi. Ada kejanggalan pada peristiwa kebakaran tersebut.

Berdasarkan keterangan saksi sebelumnya, kebakaran yang terjadi sekitar pukul 04.00 Wita subuh jelang pagi dipicu karena korsleting listrik.

Namun dalam proses penyelidikan sementara, kepolisian menemukan sedikit kejanggalan terkait faktor utama penyebab kebakaran.

"Kita periksa lebih lanjut mengenai informasi-informasi atau kejanggalan-kejanggalan yang ditemukan di tempat kejadian perkara (TKP) dan beberapa saksi-saksi," kata Kapolrestabes Makassar Kombes Irwan Anwar usai proses penyerahan jenazah korban di rumah sakit Bhayangkara, Jalan Letjen Mappaodang, Makassar, Senin (6/8).

Hasil pengumpulan bukti dan keterangan di TKP, kata Irwan, polisi menemukan kejanggalan. Seperti adanya indikasi seolah-olah terdapat unsur kesengajaan dari kebakaran yang merenggut enam jiwa ini.

"Itu dari sejumlah saksi yang mengetahui langsung seperti pihak keluarga langsung dan di TKP," ujarnya.

Dalam proses evakuasi setelah tim gabungan berhasil menjinakkan api, korban masing-masing ditemukan di dua lokasi berbeda dalam satu rumah. Tiga korban ditemukan dalam posisi tertelungkup di lantai satu dan di lantai dua, tiga orang dalam posisi tidur.

"Sejauh ini kita belum bisa menyimpulkan kalau ini merupakan bagian dari pidana atau tidak, tetapi ada informasi yang kita dapatkan dan itu kita tidak boleh lewatkan begitu saja," terang perwira tiga bunga ini.

Sejauh ini lanjut Anwar, pihaknya masih terus melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap insiden ini. Seluruh informasi hingga temuan di TKP selanjutnya akan terus didalami.

"Nanti kita akan menentukan dulu, apakah seperti keterangan dari saksi bahwa api itu percikan dari tiang listrik yang koslet kemudian jatuh di depan rumah korban atau bukan, atau bahkan dari titik lain. Itu yang kita dalami," tegasnya.

Api sebelumnya meratakan enam unit rumah di lokasi padat penduduk tersebut. Salah satu rumah yang dihuni satu keluarga menjadi korban.

Korban masing-masing adalah pasangan suami isteri Sanusi 70 tahun dan Bondeng 65 tahun, anaknya Musdalifa 30 tahun dan tiga orang cucunya, Fahril 24 tahun, Namira 24 tahun dan Hijas yang masih berusian 2,5 tahun.

Kondisi itu lanjutnya, diperparah dengan hembusan angin yang begitu kencang sehingga lima unit rumah lainnya ikut terbakar. Sekeluarga ini tewas terpanggang diduga karena terjebak di dalam rumah saat kebakaran terjadi.

Sekitar 30 menit berselang 20 unit mobil pemadam kebakaran, aparat kepolisian bersama warga berbondong-bondong saling membantu untuk memadamkan api. Setelah api mulai jinak, tim gabungan kemudian langsung melakukan evakuasi terhadap seluruh korban.

(rul/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up