JawaPos Radar

2030, Indonesia Bangun Bandara Antariksa

06/08/2018, 15:22 WIB | Editor: Sofyan Cahyono
Roket
Ilustrasi: Peluncuran roket. (AFP)
Share this

JawaPos.com - Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (LAPAN) berencana membangun bandara antariksa pada 2030. Lokasinya kemungkinan di Pulau Morotai atau Biak, Papua. Fungsi bandara tersebut untuk meluncurkan roket.

"Pemilihan lokasinya akan ditentukan tahun ini. Berdasarkan sejumlah pertimbangan teknis dan kemitraan dengan pemerintah daerah dan pihak asing," kata Ketua LAPAN Thomas Djamaluddin saat di Kampus C Universitas Airlangga (Unair), Surabaya, Senin (6/8).

Menurut Thomas, lokasi bandara antariksa yang ideal harus berada di garis ekuator. Posisi itu mempertimbangan sejumlah faktor. Pertama, ekuator sangat penting untuk untuk memposisikan geosingkron orbit satelit (geosynchronous orbit/GSO).

Kedua, dari aspek perhitungan biaya yang terkait dengan bahan bakar roketnya yang dianggap lebih murah. "Saat ini, kami masih memanfaatkan India sebagai negara mitra untuk meluncurkan satelit A5 Lapan," jelas Thomas

Ditanya soal biaya pembangunan, Thomas belum dapat menyebut angkanya. Tapi dia menegaskan akan ada sejumlah negara yang terlibat pada proyek tersebut. Antara lain, Tiongkok, India, dan Korea.

"Kami belum menghitung biayanya. Karena memang diperkirakan butuh biaya yang besar. Tapi kami upayakan akan ada negara lain yang terlibat," beber Thomas.

Selain pembangunan bandara antariksa, ada rencana lain yang masuk dalam agenda kegiatan peluncuran. Yakni, penginderaan jauh, penguasaan roket SONDA Lapan, peluncuran 3 satelit mikro, dan penguatan teknologi aeronautika.

"Kami sedang membuat pesawat N219. Pesawat itu merupakan kerja sama antara Lapan dengan PT Dirgantara Indonesia," tutur Thomas.

(HDR/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up