JawaPos Radar

Omset Produsen Bendera Naik 50 Persen

06/08/2018, 15:05 WIB | Editor: Sofyan Cahyono
Pedagang Bendera
LARIS: Salah satu produsen bendera yang berada di kawasan Kedungkandang, Kota Malang saat mengerjakan bendera pesanan. (Fisca Tanjung/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Pemerintah menganjurkan agar warga memasang bendera sebulan penuh dalam rangka perayaan HUT RI ke-73. Kebijakan tersebut mendatangkan berkah tersendiri bagi para produsen bendera dan umbul-umbul di Kota Malang. Bahkan, omset mereka meningkat 50 persen dibandingkan periode sama tahun lalu.

Peningkatan omset salah satunya dirasakan Muhammad Zainal, 31. Produsen bendera dan umbul-umbul di kawasan Kedungkandang, Kota Malang itu banyak mendapatkan pesanan.

"Tahun ini ada peningkatan 50 persen dari tahun lalu. Itu karena ada kebijakan pemasangan bendera dari pemerintah," ujar Zainal ketika ditemui JawaPos.com, Senin (6/8).

Zainal mengungkapkan, omset penjualan bendera dan umbul-umbul pada tahun lalu mencapai Rp 50 juta. Tahun ini, nilainya bertambah hingga mencapai Rp 75 juta.

Zainal sendiri mempunyai 5 karyawan untuk mengerjakan bendera dan umbul-umbul. Setiap karyawan setidaknya bisa memproduksi 200-300 bendera dengan ukuran standart per hari. Namun untuk tahun ini, dia cukup kewalahan menggarap pesanan bendera dan umbul-umbul. "Kalau bahannya ada. Kesulitannya di penjahit," ungkapnya.

Ada beberapa ukuran bendera yang dkerjakan. Antara lain berukuran ukuran 60x90 cm, 120x80 cm, dan 190x130 cm. "Yang paling ramai dicari bendera ukuran 120x80 centimeter," terang Zainal.

Sementara dari harga, bendera yang diproduksi Zainal dibanderol mulai harga Rp 8 ribu hingga Rp 15 ribu. Dia juga menerima bendera berdasarkan pesanan. Contohnya, pesanan bendera dari salah satu universitas swasta di Malang dengan panjang 150 meter yang dihargai Rp 4 juta.

Selain dijual secara konvensional, Zainal juga menjual bendera-benderanya secara online. Pasar onlinenya pun hingga ke luar kota, seperti Lumajang dan Blitar. "Justru lebih banyak online kalau dari sisi penjualan. Karena langsung ke konsumen," tuturnya.

Sementara itu, salah satu penjahit bendera Lusi Kurnia Rahmawati, 24, mengaku sudah mulai menjahit bendera sejak Mei lalu. Bahkan stok bendera sudah disiapkan sejak Maret. "Sebelum Lebaran udah jahit," ucapnya.

(fis/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up