JawaPos Radar

Tak Terima Insentif Dipangkas, Puluhan Ojek Online Geruduk Kantor Grab

06/08/2018, 14:34 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Demo Ojek Online
DEMO: Puluhan driver ojek online Grab menggeruduk kantor perwakilan Cirebon di CSB, Senin (6/8). (Wildan Ibnu Walid/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Sejumlah sopir angkutan ojek online menggeruduk kantor perwakilan Grab di Ruko Cirebon Super Block (CSB) Jalan Ciptomangunkusumo, Kota Cirebon, Senin (6/8). Mereka menuntut pengembalian uang insentif yang dipangkas oleh pihak manajemen.

Para sopir ojek online itu mengeluhkan aturan baru pemangkasan insentif yang diberlakukan sejak 2 Agustus lalu. Mereka mengaku merugi karena keuntungan yang didapat tak sebanding dengan target perjalanan yang ditempuh.

Koordinator aksi, Dedi mengatakan pemangkasan uang insentif oleh sopir Grab tersebut sangat tidak rasional. Mengingat perusahaan layanan jasa angkutan online tersebut mendapat keuntungan dari driver selaku mitra Grab. Padahal secara kekayaan yang dimiliki, Grab mencapai Rp 82,8 triliun.

Demo Ojek Online
Para sopir ojek online itu mengeluhkan aturan baru pemangkasan insentif yang diberlakukan sejak 2 Agustus lalu. Mereka mengaku merugi karena keuntungan yang didapat tak sebanding dengan target. (Wildan Ibnu Walid/JawaPos.com)

"Jelas kami mengeluh. Pemangkasan insentif hingga Rp 100.000 untuk 16 kali trip. Sebelumnya, Rp 280.000 Padahal, Grab mendapat untung dari kami-kami," ujarnya.

Dia menjelaskan, insentif yang didapat driver Grab, baik motor maupun mobil sama-sama terkena imbas pemangkasan. Untuk mendapat insentif Rp 70.000, driver mobil harus menyelesaikan 8 kali trip. Sementara, bila ingin dapat fee Rp 180.000 harus menyelesaikan 16 kali menarik penumpang.

"Rata-rata sehari driver hanya narik 8 sampai 10 kali, jarang sekali sampai 16 kali. Karena jumlah driver makin banyak, saingannya jadi ketat," keluhnya.

Dedi menyebutkan, jumlah driver mobil Grab di wilayah 3 Cirebon sudah mencapai 1.500 lebih. Sementara bila dijumlah dengan driver motor, bisa mencapai sekitar 2.500 driver Grab.

Selain menuntut menghapus kebijakan pengurangan insentif, para sopir angkutan ojek online itu mendesak kantor Grab perwakilan Cirebon itu untuk membuat regulasi pembatasan kuota driver Grab.

"Jumlah driver makin banyak, sementara insentif dipangkas. Ini tidak adil. Kami mau ada pembatasan jumlah driver," katanya.

Sementara saat dikonfirmasi, pihak kantor perwakilan kantor cabang Grab Cirebon enggan memberikan konfirmasi soal unjuk rasa oleh puluhan sopir ojek online tersebut.

(wiw/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up