JawaPos Radar

Penasaran, Berikut Keindahan Gua Baru di Tuban yang Ditemukan Warga

06/08/2018, 14:04 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Gua Tuban
Tim pemerhati gua dari Asosiasi Wisata Gua Indonesia (Astaga) dan Mahasiswa Pecinta Alam (Mahipal) Universitas Ronggolawe (Unirow) Tuban saat melakukan observasi di dalam gua di Desa Jadi, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban. (Yudi Handoyo/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Penemuan gua alami di lokasi penambangan batu kapur Desa Jadi, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, Jawa Timur (Jatim) tidak hanya menarik perhatian masyarakat. Namun, juga mengundang sejumlah tim ahli pemerhati gua. 

Diantaranya, dari tim pemerhati gua dari Asosiasi Wisata Gua Indonesia (Astaga) dan Mahasiswa Pecinta Alam (Mahipal) Universitas Ronggolawe (Unirow) Tuban. Mereka melakukan observasi masuk di dalam gua yang ditemukan oleh pemilik lahan tambang batu kapur, Sudaryono, 33, warga setempat.

Salah satu tim ahli dari pemerhati gua Astaga, Nafikurrohman menyampaikan, banyak potensi yang bisa dikembangkan di dalam gua tersebut. Termasuk pengembangan atau pengelolaan yang lebih setrategis. 

Gua Tuban
Gua ini mempunyai kedalaman vertikal 6 meter dengan panjang lorong 214 meter, dengan masing-masing lorong mempunyai variasi keindahan ornamen yang berbeda. (Yudi Handoyo/JawaPos.com)

"Setelah melakukan penelitian, adanya banyak genangan air dan terbentuknya banyak ornamen. Air resapan dari permukaan ini, yang menjadi salah satu penyebab timbulnya ornamen stalagtit indah," kata Nafik, panggilan akrab Nafikurrohman, di Tuban, Senin (6/8).

Gua itu berada pada titik ketinggian 97 mdpl dengan koordinat 06°56’18.3″ S 111°59’52,7″ E. Tepat di pintu gua, terdapat lokasi pertambangan batu kapur warga setempat. Gua itu, kata dia, merupakan gua dengan air resapan yang sangat bagus.

Gua ini, lanjut dia, mempunyai kedalaman vertikal 6 meter dengan panjang lorong 214 meter, dengan masing-masing lorong mempunyai variasi keindahan ornamen yang berbeda. Bahkan, ornamen yang langka ini juga ditemukan di daerah karst Tuban maupun karts daerah Utara Jawa.

"Di ujung gua ini terdapat kolaman yang belum diketahui kedalaman dan panjangnya. Belajar dari gua Jati Jajar di Kebumen, dibalik kolaman dengan lorong yang sangat panjang. Tidak menutup kemungkinan di balik kolaman ini juga di temukan lorong," terang dia.

Astaga dan Mahipal Unirow sebagai kelompok pemerhati gua dan lingkunganya mengambil langkah awal pemetaan gua dan pendataan potensi. Hal ini bertujuan sebagai langkah awal memproteksi gua dan lingkunganya. 

Banyak potensi yang bisa dikembangkan di gua ini. Termasuk, pengembangan dan pengelolaan yang lebih strategis, namun hal itu tidak bisa dilakukan dari sala satu kelompok saja dan butuh sinergi dari berbagai lini, baik pemerintah, masyarakat, pemerhati gua dan elemen lainnya.

"Astaga dan Mahipal sebagai pemerhati gua akan mengembalikan kembali kepada pihak desa maupun pemerintahan daerah atas kebijakan yang akan diambil untuk mengelola gua temuan ini," tutupnya.

(yud/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up