JawaPos Radar

Bengawan Solo Akan Aliri 400 Ha Sawah di Desa Besah

06/08/2018, 12:25 WIB | Editor: Sofyan Cahyono
Irigasi
Saluran irigasi dari Sungai Bengawan Solo di Desa Besah, Kecamatan Kasiman, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur (Jatim). (Yudi Handoyo/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Sekitar 400 hektare sawah di Desa Besah, Kecamatan Kasiman, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur (Jatim), ditargetkan mendapat sistem irigasi. Sumber airnya dari Sungai Bengawan Solo. Sebelumnya, lahan pertanian di daerah tersebut hanya mengandalkan air hujan.

Sistem irigasi di Desa Besah diharapkan mampu meningkatkan panen padi. Dari setahun sekali menjadi setahun tiga kali. Sehingga nilai ekonomi masyarakat bisa meningkat.

Kirno, 43, petani asal Desa Besah mengatakan, lahan pertanian di desa setempat biasa disebut beran atau lahan kering. Dia punya lahan sawah seluas 300 meter persegi.

Dari sawahnya, Kirno bisa sekali panen padi dengan hasil 11 kuintal. Jumlah itu saat masih mengandalkan air hujan. "Saat sudah pakai irigasi Bengawan Solo, ini bisa panen tiga kali. Hasilnya lebih banyak, 17 kuintal sekali panen," kata Kirno, Senin (6/8).

Saluran irigasi itu dikembangkan pemilik UD Anugrah, Ronny Kurniawan. Pengembangan sistem irigasi dimulai Juni 2017 lalu. Saluran irigasi yang dikembangkannya sepanjang 1,6 kilometer. Dengan target bisa mengaliri 400 hektare sawah di Desa Besah, Sekarang dan Sidomukti.

"Sebelumnya sudah pernah, tapi gagal. Kemudian kerja sama dengan NGO Tirta di bawah Australia-Indonesia Partnership for Ritual Economic Development (AIP-Rural) yang bermitra dengan pengusaha, pemerintah dan petani. Akhirnya berhasil," ujarnya.

Bentuk kerja sama irigasi dengan petani dengan cara pembagian hasil panen. Dengan hitungan luas tanah dibagi seperlima jika pada saat musim hujan. Sedangkan jika musim kemarau mendapat jatah panen seperempat dari lahan sawah yang dialiri. Pada Desember lalu sudah 210 hektare yang teraliri dan akan terus dikembangkan.

Sementara itu, Team Leader Tirta Ahmad Nasir mengatakan, program multitahun di bawah Australia-Indonesia Partnership for Ritual Economic Development (AIP-Rural) ini untuk mendukung pemerintah dalam mempercepat pengentasan kemiskinan. Khususnya melalui pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

"Tirta mendorong investasi sektor swasta di irigasi tersier, serta memfasilitasi pembangunan kemampuan teknis dan finansial dari skema irigasi," tutupnya.

(yud/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up