JawaPos Radar

Jelang Pilpres, MUI Prihatin Ada Pernyataan-pernyataan Provokatif

06/08/2018, 10:51 WIB | Editor: Imam Solehudin
Prabowo Jokowi
Presiden Joko Widodo ketika menjamu Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto di Istana Negara. Keduanya diprediksi bakal kembali bertarung dalam Pilpres 2019. (Miftahul Hayat/Jawa Pos)
Share this

JawaPos.com - Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas mengatakan tahun 2018 dan 2019 merupakan tahun politik. Para calon anggota DPR, DPRD dan calon presiden-wakil presiden saling berloma merebut suara dan memenangkan pemilihan.

Namun saat ini ada hal-hal yang memprihatinkan. Itu tak lain karena adanya oknum tertentu dari para pelaku politik dan pendukungnya, melontarkan kata-kata panas yang sangat mengganggu dan merusak. Seperti adanya ajakan untuk melawan dan melibas musuh dan lawan politik mereka.

Bahkan sampai ada kata-kata ajakan untuk tidak takut bagi berkelahi. "Hal ini jelas sangat kita sesalkan karena sangat mengganggu dan merisaukan. Karena hal ini jelas sangat berpotensi bagi mengganggu stabilitas kehidupan berbangsa dan bernegara di negeri ini," ujar Abbas kepada JawaPos.com, Senin (6/8).

Menurut, ajakan berkelahi ini tidak mustahil oleh pihak tertentu direspon dengan hal yang sama. Sehingga akhirnya negeri ini bisa terseret kepada kerusuhan dan huru-hara yang sulit untuk dikendalikan. Untuk itu MUI mengimbau para pihak yang terlibat dalam kegiatan dan proses politik ini agar menjaga stabilitas , sopan santun dan tutur katanya.

"Karena jika dibiarkan bisa merusak persatuan dan kesatuan kita sebagai bangsa," tegas Abbas.

MUI juga menghimbau agar menghindarkan klaim-klaim sepihakyang akan menambah runyam situasi. Abbas meminta semua pihak agar berlaku dewasa dan menghormati nilai-nilai agama dan budaya bangsa Indonesia.

"Janganlah sampai karena ingin memperjuangkan kepentingan politik dari kelompok dan golongannya, persatuan dan kesatuan bangsa kita rusak dan terkoyak serta dikorbankan," pungkasnya.

(gwn/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up