JawaPos Radar

KPK Periksa Wabendum PPP dan Staf Ahli PAN untuk Kasus Amin Santono

06/08/2018, 10:45 WIB | Editor: Estu Suryowati
KPK Periksa Wabendum PPP dan Staf Ahli PAN untuk Kasus Amin Santono
Anggota DPR Fraksi Demokrat, Amin Santono keluar Gedung KPK usai menjalani pemeriksaan, beberapa waktu lalu. (Miftahul Hayat/Jawa Pos)
Share this image

JawaPos.com - Beberapa waktu lalu, KPK menggeledah tiga lokasi berbeda terkait kasus yang melilit anggota Komisi XI DPR Amin Santono. KPK juga menyita uang senilai Rp 1,4 miliar.

Oleh karenanya pada hari ini, lembaga antirasuah itu mengagendakan pemeriksaan terhadap Wakil Bendahara Umum PPP Puji Suhartono. Rencananya, Puji akan diperiksa terkait kasus yang melibatkan Amin Santono dan Yaya Purnomo.

"Yang bersangkutan akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka AMN," ungkap juru bicara KPK Febri Diansyah pada awak media, Senin (6/8).

Tak hanya itu, penyidik juga memanggil tenaga ahli Faksi PAN Suherlan dan dua orang saksi dari pihak PNS yakni Hantor Matuan dan Repinus Telenggen. Ketiganya akan diperiksa untuk Amin.

Untuk diketahui, pemeriksaan ini berkaitan dengan penggeledahan yang dilakukan lembaga antirasuah pada Kamis (26/7). Tiga lokasi tersebut di antaranya yakni apartemen di Kalibata City yang dihuni tenaga ahli dari Fraksi PAN.

Selain itu, ada juga rumah dinas anggota DPR Komisi XI dari Fraksi PAN dan rumah pengurus PPP di Graha Raya Bintaro Tangerang Selatan.

Hasil penggeledahan, lembaga ini itu menyita uang sebesar Rp 1,4 miliar yang diduga berkaitan dengan kasus dugaan suap RAPBN-P 2018 yang membelit Amin.

"Dari yang terakhirnya di rumah pengurus PPP, penyidik menemukan dan menyita uang senilai sekitar Rp 1,4 miliar yang ditemukan dan disita di sana dalam bentuk dolar Singapura," ungkap Febri, Rabu (1/8).

"Demikian juga dengan satu mobil Toyota Camry yang kami temukan dan disita dari apartemen salah satu staf khusus anggota DPR RI tersebut," lanjutnya.

Untuk uang yang disita, lembaga yang digawangi Agus cs saat ini sedang menelusuri proses anggaran dana perimbangan daerah terkait kasus itu.

"Sedangkan terkait dengan uang yang ditemukan dan kemudian disita di rumah salah satu pengurus PPP tersebut, kami mendalami relasi dan keterkaitannya dengan proses pengurusan anggaran ini ataupun keterkaitannya dengan tersangka YP (Yaya Purnomo)," pungkasnya.

(ipp/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up