JawaPos Radar

Gempa Lombok, 2 Santri Meninggal saat Salat Subuh

06/08/2018, 10:01 WIB | Editor: Imam Solehudin
Gempa Lombok
Para santri di Pondok Pesantren Al Aziziyah, Kapek, Lombok Barat usai mengakafani salah seorang santri, Senin (6/8). Total, ada dua orang santri yang meninggal usai terjadinya gempa. (Ist/Jawapos.com)
Share this image

JawaPos.com - Puluhan korban meninggal akibat gempa Lombok, Minggu (5/8) malam, dua di antaranya merupakan seorang santri. Informasi yang dihimpun JawaPos.com, keduanya tercatat sebagai santri Pondok Pesantren Al Aziziyah, Kapek, Lombok Barat.

Kapek memang merupakan salah satu daerah yang cukup parah terkena gempa. Wali Santri Ponpes Al Aziziyah, Muhammad Shafwan mengatakan, peristiwa berpulangnya kedua santri ponpesnya terjadi ketika salat subuh.

Saat itu, seluruh santri tengah melaksanakan salat berjamaah di Masjid Al Aziziyah. Tiba-tiba, bagian bangunan masjid runtuh dan menimpa kedua almarhum. "Peristiwanya cukup cepat. Tak sempat menghindar," ujar dia kepada JawaPos.com, Senin (6/8).

Gempa Lombok
Sejumlah bangunan di Pondok Pesantren Al Aziziyah, Kapek, Lombok Barat mengalami kerusakan cukup parah. (Ist/Jawapos.com)

Shafwan menambahkan, jatuhnya bangunan masjid diduga akibat guncangan gempa Minggu (5/8) malam. Serta sejumlah gempa susulan yang terjadi pagi tadi. "Sekarang kami sedang fokus mengecek sejumlah bangunan yang rusak. Untuk dua jenazah akan segera dimakamkan," pungkasnya.

Adapun merujuk data Badan Nasional Penanggulan Bencana (BNPB), setidaknya sejak kemarin sudah terjadi 116 gempa susulan. Sementara total korban akibat gempa hingga hari ini, Senin (6/8), telah mencapai 82 jiwa.

(mam/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up