JawaPos Radar

Bangkit dari Gempa, Ini Instruksi TGB

06/08/2018, 08:40 WIB | Editor: Bintang Pradewo
Bangkit dari Gempa, Ini Instruksi TGB
Gubernur Nusa Tenggara Barat, TGB M. Zainul Majdi menginstruksikan tenaga medis tidak libur pasca gempa. (Issak Ramadhan/ JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Lombok langsung bangkit pasca gempa berkekuatan 7 SR dan gempa susulan berkekuatan 5.6 SR, semalam, Minggu (5/8). Pemerintah setempat dan masyarakat saling bahu membahu menolong kendatipun mereka menjadi korban.

Pertolongan terhadap korban terdampak menjadi hal utama. Gubernur Nusa Tenggara Barat, TGB M. Zainul Majdi meminta agar semua tenaga kesehatan tidak libur. "Saya juga instruksikan semua tenaga kesehatan di Pulau Lombok untuk masuk dan bekerja, memastikan pelayanan kesehatan diberikan maksimal," ujarnya dalam keterangan singkatnya, Senin (6/8).

Semua perangkat BPBD Pemda bersama TNI dan Polri, Badan SAR dan elemen masyarakat lain juga bekerja menjangkau daerah yang diperkirakan paling terdampak. Yaitu Lombok Utara dan Lombok Timur.

Bangkit dari Gempa, Ini Instruksi TGB
Seorang warga desa Duman, Lombok Barat, menelpon keluarganya yang bertempat tinggal di daerah lain setelah gempa terjadi, Minggu (5/8) malam. ((IVAN MARDIANSYAH/LOMBOK POS))

"Kami akan memberikan pelayanan pengungsian yang layak bagi para korban yang rumah tinggalnya hancur maupun rusak, dan pelayanan kedaruratan lain-lain untuk menunjang penghidupan pasca gempa hingga tercapainya pemulihan. TNI dan Polri juga memberikan bantuan tenda," bebenya.

Sementara dia juga menginstruksikan agar semua sekolah di Lombok Utara, Mataram, Lombok Timur, Lombok Barat dan Lombok Tengah untuk diliburkan sambil mengecek keamanan bangunan sekolah. Semua masjid di Lombok Utara dan sekitarnya diminta menyerukan untuk menenangkan masyarakat agar tidak panik.

"Alhamdulillah, BMKG sudah menjelaskan tidak ada lagi potensi tsunami. Semoga juga tidak ada gempa susulan," imbuhnya.

Saat ini, listrik masih sedikit terganggu di beberapa lokasi dan sedang diupayakan normal kembali. Jaringan seluler sempat terputus di beberapa tempat. "Sekali lagi, kami mohon doa dari seluruh masyarakat Indonesia," kata Zainul.

Pemerintah Provinsi NTB telah mengeluarkan perpanjangan penetapan status keadaan tanggap darurat sampai dengan 11 Agustus 2018. "Kami mengajak seluruh masyarakat di Tanah Air untuk turut membantu saudara-saudaranya di NTB dan wilayah terdampak gempa lainnya di Indonesia," harapnya.

Sementara dia meminta agar masyarakat tetap tenang dan menggunakan sumber informasi terpercaya resmi dari BMKG, BNPB, pemerintah daerah, kepolisian dan pihak berwenang lainnya. 

(dna/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up