JawaPos Radar

Ganti Kartu Debit Berlogo GPN Masih Menemui Kendala

06/08/2018, 07:25 WIB | Editor: Teguh Jiwa Brata
Ganti Kartu Debit Berlogo GPN Masih Menemui Kendala
Ilustrasi Kartu GPM (Istimewa)
Share this image

JawaPos.com - Sejumlah bank di Indonesia tengah menggalakkan penggunaan kartu debit berlogo Gerbang Pembayaran Nasional (GPN). Sayang, untuk merealisasikan hal itu sama sulitnya dengan proses pengkajian GPN yang berlangsung selama 20 tahun lalu. 

Salah satunya Bank Rakyat Indonesia (BRI). Direktur Teknologi Informasi dan Operasi BRI Indra Utoyo mengatakan tahun ini BRI menargetkan 30 persen kartu magnetik sudah beralih ke kartu chip GPN.

"Target kami tahun ini 30 persen kartu magnetik sudah beralih ke kartu chip GPN," jelasnya kepadaJawapos.com, Minggu (5/8).

Dia menerangkan untuk merealisasikan hal itu pihaknya telah melakukan sosialisasi melalui berbagai media elektronik, media online serta media sosial. 

Kata Indra, lokasi penggantian kartu dapat dilakukan di semua kantor cabang BRI terdekat atau di lokasi Kantor Unit/Cabang Pembantu tempat asal pembukaan rekening.

Selain itu, Indra mengatakan pihaknya melakukan sistem antrian khusus supaya penggantian kartu bisa lebih cepat dilakukan. "Nasabah diminta membawa kartu magnetik yang lama dan membawa buku tabungan," tuturnya.

Berdasarkan penjelasan Indra, Jawapos.com pun mencoba melakukan penggantian kartu debit magnetik BRI berlogo mastercard menjadi GPN di salah satu kantor cabang pembantu yang berlokasi di Kementerian BUMN. 

Sayangnya, pihak KCP belum dapat memenuhi permintaan. Salah seorang petugas memberikan informasi bahwa di kantor cabang tersebut belum tersedia kartu GPN. Petugas bank setempat merekomendasikan untuk ditukar di Kantor Cabang Utama (KCU).

Namun, pengalaman berbeda dialami saat mencoba mengganti kartu di salah satu bank swasta. Perbedaannya adalah bank swasta tersebut tak meminta nasabah membawa buku tabungan.

"Prosedur formalnya memang demikian," kata Indra Utoyo saat ditanya Jawapos.com mengapa nasabah harus membawa buku tabungan.

Mengenai keterbatasan kartu, hal itu juga dikonfirmasi oleh Jawapos.com. Dari data yang dimiliki bank sentral, disebutkan hingga saat ini sudah sebanyak 5 juta kartu berlogo GPN dicetak dan tersebar ke seluruh perbankan.

"Masing-masing bank bikin komitmen ke BI, target saya sekian, atas dasar itu kita pantau. Kemudian pencetakan kartunya. Kalau yang dicetak sudah 5 juta lebih tapi itu tersebar di semua bank. Kalau bank-bank besar seperti BCA, Mandiri, untuk kemudahan kontrol, distribusinya untuk sekarang. Stok mereka rata-rata 2-3 jutaan. Jadi mereka yang diutamakan ke KCU dulu," kata Deputi Direktur Departemen Elektronifikasi dan Gerbang Pembayaran Nasional BI Aloysius Donanto kepada JawaPos.com, Sabtu (3/8).

Namun demikian, ditargetkan pada akhir tahun 2018 masalah tersebut sudah diselesaikan. Nantinya nasabah tidak akan lagi perlu menukarkannya di KCU.

"Nanti akan digeser akhir tahun, karena sekarang nggak sebanyak yang dibutuhkan. Nggak semua orang tuh langsung mau dateng ganti kartu. Jadi sama-sama bank sama kita untuk mendorong masyarakat mau ganti," jelas dia.

Sekedar informasi, Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) resmi diluncurkan pada Mei 2018 lalu oleh Bank Indonesia (BI). Kemunculannya merupakan penantian lama setelah melalui kajian panjang selama 20 tahun.

GPN adalah suatu sistem yang mengintegrasikan transaksi antar bank. GPN memudahkan masyarakat jika ingin melakukan transaksi pembayaran non tunai menggunakan kartu debit di toko atau merchant.

Setiap bank yang beroperasi di Indonesia wajib mengadopsi sistem ini dan merilis kartu debit GPN berlogo garuda. Kartu debit GPN bisa digunakan di seluruh mesin electronic data capture (EDC).

(uji/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up