JawaPos Radar

Solok Sukses Jadi Sentra Bawang Merah Terbesar Se-Sumatera

06/08/2018, 05:45 WIB | Editor: Imam Solehudin
Lahan Bawang
Dirjen Hortikultura, Suwandi (tiga dari kiri) ketika meninjau lahan bawang di Solok, Sumatera Utara (Ist/Jawapos.com)
Share this image

JawaPos.com - Upaya gencar yang dilakukan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman untuk menggenjot produksi bawang merah nasional tampak membuahkan hasil. Tak sekadar mampu mencetak rekor swasembada, 3 tahun terakhir ini berhasil ekspor bawang merah dengan volume semakin meningkat.

Tahun 2017, kenaikan ekspor hampir 10 kali lipat dari tahun 2016. Tahun ini Kementan optimis bisa ekspor bawang merah 15 ribu ton atau naik dua kali lipat tahun lalu.

Menurut Dirjen Hortikultura, Suwandi, kunci keberhasilan swasembada bawang merah adalah penataan dan penumbuhan sentra produksi, yang tidak hanya terkonsentrasi di Pulau Jawa.

"Saat ini hamparan bawang merah dalam skala luas tak lagi hanya dijumpai di Brebes, Cirebon atau Nganjuk. Tapi sudah menyebar di Solok, Bali, Bima, Sumbawa, Belu, Malaka, Maluku Tenggara, Enrekang, Tapin dan daerah lainnya", beber Suwandi saat berkunjung ke Lembah Gumanti, Solok, kemarin.

Dijelaskan Suwandi, Solok kini menjelma menjadi kawasan produksi bawang merah terbesar di Sumatera, dengan luas panen lebih dari 7.300 hektar setahun. Khusus Kecamatan Lembah Gumanti saja mencapai 4.600 hektar lebih.

"Ini luar biasa. Kesuksesan Solok saat ini tak lepas dari peran kunci Mentan Amran dalam membangkitkan gairah petani setempat untuk memperluas tanam sejak 2016 lalu", ujar Suwandi.

Dia menambahkan bahwa produksi bawang merah dari Sumbar sudah sangat surplus. Sehingga mampu mengisi kebutuhan Pulau Sumatera seperti Sumut, Sumsel, Riau, Jambi. "Bahkan menembus pasar Jabodetabek," pungkasnya.

(ika/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up