JawaPos Radar

Membahayakan Pengendara, Pohon Besar di Pinggir Jalan Wajib Ditebang

05/08/2018, 22:05 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Pohon Tumbang
RINGSEK: Sebuah mobil matik ringsek tertimpa pohon tua di Jalan Pemuda Kota Cirebon, Jumat (3/8). (Wildan Ibnu Walid/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.comPemerintah Kota Cirebon mengimbau kepada warga pemilih pohon besar di pinggir jalan agar segera ditebang. Selain dirasa membahayakan pengguna jalan, cuaca buruk dan angin kencang diprediksi masih terjadi di Kota Cirebon dalam beberapa hari ke depan.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Hanry David mengatakan, beberapa kasus pohon tumbang di Kota Cirebon adalah pohon liar yang diabaikan pemilik lahan.

"Masyarakat patutnya ikut mengawasi pohon besar yang ada di lahannya. Karena kalau sampai tumbang, berakibat fatal," ungkapnya saat dikonfirmasi, Minggu (5/8).

Apabila pemilik lahan tidak mau mengurusi pohon yang tumbuh secara liar, maka pihaknya akan membantu pemangkasan dan penebangan untuk menghindari bahaya akibat pohon tumbang.

Kejadian pohon tumbang di perempatan lampu merah Jalan Pemuda pada Jumat (5/8) lalu, kataDavid, adalah kelalaian warga yang abai memperhatikan pohon liar di lahannya.

"Pohon tumbang yang menimpa mobil dan pemotor hingga meninggal dunia itu di luar tanggung jawab kami. Karena Pohon Randu itu bukan milik pemkot," tegasnya.

David menambahkan, Bina Marga tidak pernah menggunakan pohon jenis Randu untuk ruang terbuka hijau di pinggir jalan. Karena selain tidak direkomendasikan, pohon tersebut memang rawan tumbang.

"Pohon randu biasanya tumbuh secara liar di lahan warga yang tak terurus. Ini harus jadi perhatian masyarakat," katanya.

Hal serupa juga disampaikan Kasatlantas Polres Cirebon Kota, AKP Rezkhy Satya Dewanto. Menurutnya, kejadian pohon tumbang yang memakan korban jiwa pengendara lalu lintas itu menjadi peringatan bagi siapa pun.

Dirinya menyarankan kepada instansi terkait, terutama pemerintah Kota Cirebon untuk memberikan sanksi tegas bagi pihak yang mengabaikan pohon, papan reklame, dan bangunan tua yang mengancam warga pengendara.

"Cuaca buruk angin kencang seperti ini, saya ingatkan kepada siapa pun agar berhati-hati. Kepada bidang teknis pertamanan, pengusaha reklame dan warga, wajib perhatikan keselamatan pengendara," katanya.

(wiw/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up