JawaPos Radar

Bertemu Julie Bishop, Khofifah Akan Ajukan PRISMA ke Pemerintah Pusat

05/08/2018, 21:39 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Menteri Luar Negeri Australia Julie Bishop
Menteri Luar Negeri Australia Julie Bishop (paling kanan). (Aryo Mahendro/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Menteri Luar Negeri Australia Julie Bishop dan Gubernur Jawa Timur (terpilih) Khofifah Indar Parawansa melakukan pertemuan di Hotel Majapahit, Minggu (5/8). Mereka, berkoordinasi seputar kerjasama antara Australia dan Jawa Timur.    

Khofifah mengatakan, pembicaraan itu menghasilkan satu program dari pemerintah Australia yang cukup strategis. Namanya, Promoting Rural Income through Supporting Market Access (PRISMA). 

"PRISMA ini sudah disiapkan di Surabaya. Kok nyambung dengan (propaganda) yang sering saya sampaikan. Yakni, petik, olah, kemas, jual," kata Khofifah, Minggu (5/8).

Karena merasa cocok dengan PRISMA, Khofifah menyatakan akan menindaklanjuti program tersebut. Dia akan berkoordinasi dengan pemerintah. 

Terutama, terkait standar prosedur pengajuan program ke pemerintah pusat. Maksudnya, tiap kerjasama bilateral yang ditindaklanjuti harus sesuai kebijakan pemerintah. 

"Khusus PRISMA, perlu saya sampaikan agak detail. Karena kaitannya dengan program pasca-panen," jelas Khofifah. 

Menurutnya, program pasca-panen ada kaitannya dengan pengentasan kemiskinan bagi petani kecil. Secara spesifik, terkait dengan kemampuan para petani kecil saat mengolah hasil panen dan aksesnya ke pasaran.

Khofifah mencontohkan, petani beras membutuhkan alat pengering padi atau dryer. Sehingga, ketika diolah, berasnya tidak rusak. Selain itu, juga soal kemudahan akses pasar saat menjual hasil panen. 

"Saya berharap kemudahan itu juga bisa didapat petani dan sektor agro yang lainnya. Sehingga, akses ke pasar lebih cepat dan harga menguntungkan untuk petani," katanya. 

Tak hanya di bidang agraria. Khofifah mengatakan, pihaknya juga membicarakan tentang manajerial skill. Yakni, skill yang cocok diterapkan pada dunia usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Menurut Khofifah, manajerial skill sangat diperlukan bagi pelaku UMKM. Tujuannya, untuk menciptakan efisiensi, jejaring pasar, dan akses teknologi. 

"Karena, sekarang itu zamannya Gig Economy. Banyak generasi milenial yang memilih kontrak kerja jangka pendek. Karenanya, support dari mana saja termasuk asing, sangat perlu," katanya.   

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Australia Julie Bishop mengatakan, UMKM memang menjadi agenda pemerintahnya. Selain, kerjasama pada bidang pariwisata dan pendidikan. 

Menurutnya, kerjasama itu akan memperkuat hubungan Australia dan Jawa Timur secara spesifik. Selain itu, Julie menganggap kerjasama bidang itu, akan memperkuat perekonomian antara kedua negara. 

"Sebenarnya, Australia dan Jawa Timur sudah punya hubungan diplomatik dengan Jawa Timur. Misalnya bidang ekonomi, yang akan menjadi keuntungan bagi Jawa Timur dan Australia barat," kata Julie.

(HDR/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up