JawaPos Radar

Gempa 7 Skala Richter di Lombok Utara, Goncangan Sampai Kota Malang

05/08/2018, 20:10 WIB | Editor: Yusuf Asyari
Gempa 7 Skala Richter di Lombok Utara, Goncangan Sampai Kota Malang
Peta gempa terjadi di Nusa Tenggara Barat, dengan lokasi 18 kilometer barat laut Lombok Timur, 22 kilometer timur laut Lombok Utara, 42 kilometer timur laut Lombok Tengah dan 48 kilometer timur laut Mataram. (Istimewa)
Share this image

JawaPos.com - Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) kembali diguncang gempa. Kali ini terjadi di Lombok Utara dengan kekuatan 7 Skala Richter (SR). Getaran gempa di Sumbawa tersebut juga dirasakan oleh warga Malang.

Kristina, 35, warga Ciptomulyo, merasakan getaran gempa. "Kerasa gempa, nggak lama dan nggak kencang, tapi terasa," katanya.

Saat itu, dia yang akan menunaikan salat Isya sampai harus lari keluar rumah, sambil membawa anaknya yang masih berusia 4 tahun, Neymar.

"Saya takut ya, khawatir. Apalagi di Lombok barusan gempa dengan banyak korban jiwa," katanya.

Warga Kepanjen, Kabupaten Malang, Syaiful Ulum, juga merasakan gempa. Kala itu, dia tengah menyaksikan pertandingan Arema FC kontra Persija Jakarta, di Stadion Kanjuruhan.

Saat tengah asyik menyaksikan pertandingan, tiba-tiba saja dia merasakan getaran di tribun tempatnya duduk. Awalnya dia tidak menyangka bahwa terjadi gempa.

"Saya kira karena tribun ramai dengan suporter yang memberikan semangat, jadi ada terasa getaran. Ternyata setelah lihat di WhatsApp grup, baru tahu jika gempa di Sumbawa," bebernya.

Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data dan Informasi Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), menjelaskan, gempa terjadi di Nusa Tenggara Barat, dengan lokasi 18 kilometer barat laut Lombok Timur, 22 kilometer timur laut Lombok Utara, 42 kilometer timur laut Lombok Tengah dan 48 kilometer timur laut Mataram.

Gempa ini, lanjut dia, berpotensi tsunami. Kesimpulan ini didapatkan dari peta gempa.

"Waktu tiba gelombang dapat berbeda. Gelombang pertama bisa saja bukan yang terbesar. Kami imbau warga tetap waspada," jelas Topo, melalui WhatsApp grup Medkom Bencana-4 yang diikuti JawaPos.com.

(tik/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up