JawaPos Radar

Menlu Australia: Indonesia Perlu Ketegasan soal Imigrasi

05/08/2018, 20:08 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Menteri Luar Negeri Australia Julie Bishop
Menteri Luar Negeri Australia Julie Bishop (tiga dari kanan) menyatakan, ada beberapa upaya yang dibicarakan dengan Indonesia. Salah satunya, adalah pertukaran informasi intelijen. (Aryo Mahendro/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Menteri Luar Negeri Australia Julie Bishop direncanakan melakukan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi di Bali besok (6/8). Pembicaraannya akan mengarah pada kebijakan keimigrasian. 

Pertemuan itu, didasari atas isu operation sovereign borders oleh Australia. Terutama, imigran dari luar Indonesia atau Australia yang mencoba masuk secara ilegal. 

Alasannya, untuk mencegah adanya potensi kejahatan berupa perdagangan manusia. "Kami memandang perlu bagi Indonesia memperbaiki dan mempertegas kebijakannya terkait keimigrasian. Apalagi, dalam hal memerangi perdagangan manusia," kata Julie di Hotel Majapahit, Minggu (5/8).

Julie akan mendorong Indonesia untuk memperbaiki dan mengembangkan kebijakan keimigrasian yang lebih baik. Hal yang sama, pihaknya juga berjanji akan membenahi kebijakan negaranya dalam menangani imigran. 

Atas kerjasama itu, Julie menyatakan tidak ada pihak yang merasa keberatan. Termasuk, Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi yang dianggap mau diajak kerjasama. 

"Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi tidak keberatan. Karena kami akan melanjutkan pembicaraan dan kerjasama itu ke ranah yang lebih serius," kata Julie. 

Ditanya soal kebijakan Australia membuang imigran gelap ke negara Nauru, Julie menganggap itu keberhasilan. Menurutnya, Australia punya kebijakan keimigrasian yang juga dikerjasamakan dengan negara lain. 

"Kami berhasil menegakkan kebijakan tentang keimigrasian terhadap orang yang akan memasuki teritori Australia pakai perahu. Kami kerjasamakan kebijakan itu dengan negara lain. Termasuk dengan Amerika Serikat," tegasnya.

(HDR/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up