JawaPos Radar

Tak Terima Anak Diperas, Tukang Jagal Sapi Habisi Nyawa Preman

05/08/2018, 19:53 WIB | Editor: Yusuf Asyari
Tak Terima Anak Diperas, Tukang Jagal Sapi Habisi Nyawa Preman
Pelaku saat diamankan petugas Polsek Koto Tangah Padang, Minggu (5/8). (Istimewa)
Share this

JawaPos.com - Erianto, 50, pelaku pembunuhan di Simpang Padang Tujuh akhirnya diringkus polisi. Warga Kelurahan Lubuk Buaya, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), sempat dua hari kabur usai melakukan pembunuhan.

Tim Opsnal Reskrim Polsek Koto Tangah yang melakukan pengejaran berhasil meringkus Erianto di kawasan Simpang Padang Tujuh, Kabupaten Pasaman Barat, Minggu (5/8) dini hari.

Pelaku nekad menghabisi nyawa Hengki Yusra Fernando, 44, karena diduga tidak senang melihat anaknya diperas. Korban dikenal tukang peras dan juga mantan narapidana yang sering ke luar masuk penjara.

Dari informasi, peristiwa berdarah yang bermula dari aksi perkelahian antara pelaku Erianto dengan korban Hengky terjadi di rumah makan, kawasan Kelurahan Lubuk Buaya, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, sekitar pukul 23.30 Wib, Jumat (3/8) lalu.

Kapolsek Koto Tangah, Kompol Joni Dermawan mengatakan, akibat perkelahian itu, korban tewas di TKP dengan tiga luka tusuk di bagian perut, paha dan dada.

"Pelaku mengakui perbuatannya. Jadi, sebelum tewas, korban dan pelaku terlibat perkelahian," terang Joni Dermawan saat dihubungi wartawan, Minggu (5/8).

Lalu, usai insiden itu, pelaku kabur. Setelah diselidiki, pelaku melarikan diri ke arah Pasaman Barat. Dengan cepat, petugas melakukan pengejaran hingga tersangka berhasil diringkus tanpa perlawanan.

Kepada petugas, pelaku Erianto mengakui perbuatannya. Menurutnya, tindakan brutal itu terjadi akibat sakit hati, karena korban memeras anaknya. Kebetulan, di malam nahas itu pelaku berjumpa korban di rumah makan TKP.

Kapolsek mengatakan, dari hasil interogasi, pembunuhan tersebut tidak direncanakan, termasuk pisau yang dibawa pelaku untuk menusuk korban. Pasalnya, pisau tersebut biasa dibawa pelaku setiap hari untuk memotong sapi.

"Pelaku ini tukang potong sapi. Pelaku sakit hati anaknya di peras korban dan kebetulan bertemu korban di rumah makan yang akhirnya berujung perkelahian. Jadi, pembunuhan ini tidak direncanakan," katanya.

Kapolsek juga membenarkan, jika korban Hengki Yusra Fernando diketahui sering melakukan tindakan pemerasan. Bahkan, korban juga resedivis yang kerap keluar masuk penjara. "Saat berkelahi dengan pelaku Erianto, korban juga membawa pisau. Korban ini memang dikenal pemeras," katanya.

Saat ini, pihaknya telah menahan tersangka Erianto dan mengamankan barang bukti (BB) berupa sarung pisau warna putih. Sedangkan pisau yang digunakan pelaku dalam perkelahian itu belum ditemukan hingga saat ini. Pasalnya, usai berkelahi, pelaku membuang pisau potong sapi tersebut.

Joni Dermawan juga mengaskan, tidak ada indikasi pelaku lain dalam insiden pembunuhan itu. Atas perbuatannya, pelaku sementara dikenakan Pasal 351 KHUP Ayat 3 tentang penganiayan berujung kematian dengan ancaman tujuh tahun penjara.

(rcc/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up