JawaPos Radar

Kisah IHSG Sepekan Lalu Naik 0,31 Persen Di Tengah Perang Dagang

05/08/2018, 18:59 WIB | Editor: Saugi Riyandi
Kisah IHSG Sepekan Lalu Naik 0,31 Persen Di Tengah Perang Dagang
Bursa saham sepekan kemarin naik tipis (Dok. JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Pergerakan pasar saham Indonesia sepekan kemarin naik 0,31 persen atau lebih rendah dari pekan sebelumnya yang naik 1,98 persen. Indeks harga saham gabungan (IHSG) kembali melanjutkan kenaikannya seiring bertahannya aksi beli di tengah berbagai sentimen, terutama sentimen negatif dari global terkait masih adanya kekhawatiran akan perang dagang AS dan Tiongkok.

Adapun level tertingginya yang diraih mencapai 6.055,07 di atas sebelumnya di 5.992,05 dan level terendah yang dicapai mencapai 5.994,04 dari sebelumnya 5.992,05.

Menurut analis AAEI Reza Priyambada mengatakan, pergerakan IHSG kembali melanjutkan pergerakan positifnya meski dibarengi dengan pelemahan sejumah indeks saham Asia yang menantikan kebijakan baru dalam pertemuan BoJ.

Kisah IHSG Sepekan Lalu Naik 0,31 Persen Di Tengah Perang Dagang
Nilai tukar Rupiah melemah (Dok. JawaPos.com)

“Kembali menguatnya Rupiah yang dibarengi dengan aksi beli asing membuat IHSG mampu bertahan di zona hijaunya. Tak ketinggalan, sentimen akan dirilisnya kinerja emiten semesteran cukup membantu IHSG kembali menguat,” ujarnya Minggu (5/8).

Reza menjelaskan, laju IHSG mengakhiri pergerakannya di akhir Juli dengan pelemahan di tengah maraknya rilis kinerja para emiten dan terjadinya pembelian bersih investor asing senilai Rp 269,05 miliar.

“Pelemahan saham-saham batubara seiring belum adanya kepastian revisi aturan DMO batubara dan diikuti turunnya saham-saham infrastruktur menyeret sejumlah indeks saham lainnya berimbas pada melemahnya IHSG,” tuturnya.

Meski laju Rupiah masih melemah diikuti dengan pergerakan sejumlah indeks saham Asia yang bergerak variatif namun, laju IHSG tetap di zona hijau. Adanya rilis inflasi sebesar 0,28 persen dari bulan lalu turut direspon positif. Bahkan penilaian positif terhadap kinerja sejumlah emiten cukup membantu IHSG berbalik menguat.

Penguatan yang diharapkan terjadi belum terwujud dengan adanya aksi jual sehingga IHSG berbalik melemah. Penguatan sempat terjadi namun, tidak lama kemudian IHSG cenderung melemah. “Kembali berlanjutnya pelemahan Rupiah dan imbas pelemahan bursa saham Asia membuat IHSG tertunduk lesu meski masih berada di level 6.000an,” imbuhnya.

Reza menambahkan, pergerakan IHSG kembali mengalami pelemahan seiring masih melemahnya laju bursa saham Asia seiring masih adanya kekhawatiran tidak akan tercapainya kesepakatan dagang antara AS dan Tiongkok yang dibarengi dengan kembali melemahnya laju Rupiah dan kembali tercatatnya aksi jual asing.

Seperti diketahui, asing mencatatkan beli bersih Rp 1,13 triliun dari pekan sebelumnya nett buy Rp 812,96 miliar. Meski terjadi aksi beli namun, nilai transaksi asing masih tercatat jual bersih Rp 48,02 triliun di bawah sebelumnya yang masih net sell Rp 49,14 triliun.

(mys/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up