JawaPos Radar

Usai Aksi Ricuh Pelajar, Bangladesh Matikan Jaringan Internet

06/08/2018, 05:10 WIB | Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Bangladesh matikan jaringan internet
Jaringan internet dimatikan untuk membatasi kemampuan para siswa untuk memobilisasi atau menyebarkan kemarahannya atas kericuhan saat protes secara online (AFP)
Share this image

JawaPos.com - Otoritas Bangladesh telah menutup jaringan internet mobile di seluruh wilayahnya. Menurut pejabat dan media lokal hal tersebut dilakukan untuk memadamkan protes para siswa yang dilakukan besar-besaran yang melibatkan kekerasan.

Gerombolan siswa melakukan aksi protes di beberapa bagian Ibu Kota Dhaka, Bangladesh mengenai keselamatan di jalan yang buruk. Sebelumnya, dua remaja dilaporkan tewas setelah tertabrak bus yang melaju kencang.

Unjuk rasa yang terjadi pada Sabtu, (4/8), di lingkungan Jigatala, Dhaka berlangsung dengan kekerasan dan mengakibatkan lebih dari 100 orang terluka. Para saksi mata mengatakan, polisi menembakkan peluru karet dan gas air mata kepada para demonstran.

Beberapa dari mereka dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat pertolongan. Akibat kericuhan tersebut otoritas Bangladesh memutuskan untuk memutus jaringan internet mobile.

Menurut surat kabar Prothom Alo, layanan internet 3G dan 4G telah dihentikan sejak Sabtu malam, (4/8), tidak lama setelah kericuhan tersebut terjadi. Atas mogoknya jaringan internet mobile, media sosial dipenuhi dengan komentar para netizen yang tidak bisa mengakses internet melalui telepon seluler mereka.

Ketua Komisi Regulasi Telekomunikasi Bangladesh (BTRC) Jahirul Haq mengatakan kepada AFP, mereka menerima keputusan tersebut dari pemerintah. Namun dia tidak menjelaskan apa perintah pemerintah itu. Dia mengatakan, akan memberikan keterangan lebih lanjut tentang situasi nanti.

Seperti dilansir Gulf News, langkah tersebut kemungkinan merupakan upaya untuk mencoba dan membatasi kemampuan para siswa untuk memobilisasi atau menyebarkan kemarahannya atas kericuhan saat protes secara online. Beberapa gambar yang menunjukkan pihak polisi menembakan gas air mata sudah tersebar di media sosial namun hal tersebut dibantah oleh pihak kepolisian.

(trz/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up