JawaPos Radar

Mentawai Dihantam 4 Kali Gempa Beruntun, Warga Diminta Tidak Panik

05/08/2018, 18:26 WIB | Editor: Yusuf Asyari
Mentawai Dihantam 4 Kali Gempa Beruntun, Warga Diminta Tidak Panik
Pulau Mentawai dilanda 4 kali gempa secara beruntun, Minggu (5/08) (Riki Chandra/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat (Sumbar) diguncang gempa bumi berkekuatan 5,6 Skala Richter (SR) sekitar pukul 15.56 Wib, Minggu (5/8). Informasinya, guncangan gempa dirasakan keras oleh masyarakat Mentawai.

Pusdaplops BPBD Kepulauan Mentawai, Yunardi Wanto mengatakan, getaran gempa yang terjadi sekitar 1 hingga dua detik itu membuat masyarakat berhamburan ke luar rumah. "Ya, gempanya cukup keras dan membuat warga panik," kata Yunardi saat dihubungi JawaPos.com, Minggu (5/8) sore.

Tak lama setelah kejadian itu, terang Yunardi, pihaknya langsung memastikan dampak gempa di setiap kecamatan. Namun, hingga kini, belum ada laporan kerusakan akibat gempa. "Kami cek di Sipora tidak ada kerusakan. Kami masih melakukan pengumpulan informasi dari seluruh kecamatan. Untuk sementara, tidak ada kerusakan," katanya.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis, gempa yang mengguncang Mentawai berjenis tektonik. Hasil analisis BMKG awal menunjukkan kekuatan gempa mencapai 5,6 DR. Namun, setelah dilakukan pemutakhiran gempa tersebut hanya berkekuatan 5,2 SR.

Episenter gempa itu terletak pada titik koordinat 2,39 LS dan 99,4 BT atau berada di laut dengan jarak 41 km arah Barat Daya Kota Tua Pejat, Kabupaten Kepulauan Mentawai, pada kedalaman 31 km.

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono mengatakan, dilihat dari lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa Mentawai ini termasuk klasifikasi gempa dangkal yang disebabkan aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia ke bawah Lempeng Eurasia.

Tepatnya di zona Megathrust yang merupakan zona subduksi lempeng yang landai dan dangkal di Samudera Hindia sebelah Barat Sumatra.

Konvergensi kedua lempeng itu membentuk zona subduksi yang menjadi salah satu kawasan sumber gempa bumi sangat aktif di wilayah Sumatera. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi ini dipicu penyesaran naik (thrust fault).

"Tapi tidak berpotensi tsunami. Kami imbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya," kata Rahmat.

Sementara itu, kurang dari satu jam setelah itu, dari laporan BMKG, Mentawai kembali diguncang gempa berkekuatan 4.4 SR pukul 16.40 Wib berlokasi di 2,26 LS, 99,53 BT pada 114 km Tenggara Kepulauan Mentawai dengan kedalaman 45 km.

Pukul 16.49 Wib, lagi-lagi gempa berkekuatan 4,0 SR mengguncang Mentawai. Gempa susulan ini berada di lokasi 2,30 LS, 99,50 BT di 116 km Tenggara Mentawao pada kedalaman 30 km.

Dua menit setelah itu, Mentawai kembali diguncang gempa berkekuatan 5,1 SR sekitar pukul 16.51 Wib. Lokasi gempa berada di 2,33 LS, 99, 46 BT pada kedalaman 67 km. Namun, dari semua gempa tersebut, analisis BMKG tidak menyebutkan tidak berpotensi tsunami.

(rcc/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up