JawaPos Radar

Penangkapan Terduga Teroris di Semarang

Bekas Perawat dan Dikenal Tertutup, Angga Diketahui Menolak Imunisasi

05/08/2018, 16:06 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Penangkapan Terduga Teroris
ILUSTRASI: Seorang terduga teroris dibekuk anggota Densus 88 Antiteror Mabes Polri, Sabtu (4/8) kemarin. (dok. JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Seorang terduga teroris dibekuk anggota Densus 88 Antiteror Mabes Polri, Sabtu (4/8) kemarin. Sejumlah fakta terungkap pascapenangkapan warga RT 6 RW 5 Kelurahan Manyaran bernama Angga Irawan tersebut.

Ketua RT setempat, Ahmad Nurhadi saat ditemui di kediamannya, berujar bahwa Angga bukan sosok yang bersosialisasi dengan warga sekitar. Kegiatan-kegiatan macam arisan bapak-bapak, menurutnya tak pernah diikutinya. "Istrinya orang sini, kadang masih sering ngobrol sama warga," katanya, Minggu (5/8).

Ahmad sebenarnya sudah lama menaruh curiga terhadap Angga. Pasalnya, yang bersangkutan, katanya kerap keluar malam dan baru kembali saat dini hari.

Penangkapan Terduga Teroris
Rumah terduga teroris yang berlokasi di RT 6 RW 5 Kelurahan, Manyaran, Kota Semarang. (Tunggul Kumoro/JawaPos.com)

"Keluar jam sepuluh malam, pulangnya pas subuh. Makin curiga lagi pas tahu ternyata ada polisi yang sudah lama mantau," sambungnya.

Sepengetahuan Ahmad, Angga merupakan seorang bekas perawat di RSUD Kendal. Akan tetapi, ia dipecat lantaran suatu sebab dan kini membuka praktek bekam selama setahun belakangan.

Selain tinggal bersama istrinya, Angga diketahui juga memiliki enam orang anak. Dimana yang paling besar belum lama ini baru naik kelas III Sekolah Dasar. 

Namun menurut Ahmad, mereka tak diikutkan program imunisasi oleh orangtuanya. Ibu dari anak-anak itu sendiri, lanjutnya, sama seperti suaminya. Yakni tidak pernah ikut kegiatan ibu-ibu di sana.

"Kasihan anaknya masih kecil-kecil, tidak mau mereka diberi imunisasi, takutnya nanti kalau kena penyakit," cetusnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, penangkapan beberapa orang terduga teroris jaringan Jamaah Ansharut Tauhid (JAD) terjadi di Semedo, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Tegal oleh Densus 88, kemarin Sabtu (5/8). Kapolda Jawa Tengah saat dikonfirmasi pun membenarkan, dan menginfokan bahwa penangkapan juga terjadi di Semarang.

Keberadaan maupun keterlibatan kasus para terduga teroris itu pascapenangkapan saat ini masih belum diketahui. Kabid Humas Polda Jateng pun belum merespon saat dihubungi.

(gul/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up