JawaPos Radar

Australia Fokus Investasi Dagang Dengan Jawa Timur

05/08/2018, 14:40 WIB | Editor: Budi Warsito
Australia Fokus Investasi Dagang Dengan Jawa Timur
Menlu Australia Julie Bishop, Konsulat Jenderal Australia Untuk Surabaya Cheis Barnes, dan Gubernur Jawa Timur meresmikan kantor Konsulat Jenderal Australia di Surabaya.  (Aryo Mahendro/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Kerjasama antara Pemerintah Australia dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) resmi dimulai. Hal itu ditandai dengan diresmikannya kantor Konsulat Jenderal di Surabaya, Minggu (5/8).

Menteri Luar Negeri Australia, Julie Bishop mengatakan, negaranya akan memfokuskan kerjasama pada bidang investasi perdagangan. Bishop tidak merinci perdagangan di sektor apa saja. 

Namun, dia menjamin kerjasama itu akan membuka banyak lapangan kerja baru dan pertumbuhan ekonomi bagi warga Jawa Timur dan Australia. Mengingat, sebagai kota terbesar kedua, Surabaya punya dinamika investasi bisnis yang bagus. 

"Banyak potensi bisnis yang dapat kami peroleh. Misalnya, peningkatan relasi bisnis," kata Julie di kantor Konsulat Jenderal Australia, Minggu (5/8). 

Menurutnya, banyak kesamaan yang melatarbelakangi kerjasama itu. Salah satunya, dinamika bisnis di Australia barat dan Jawa Timur. Apalagi, Jawa Timur juga termasuk salah satu kekuatan perekonomian di Indonesia. 

"Banyak kesamaan antara Jawa Timur dan kampung halaman saya di Australia  Barat. Saya kira, Australia barat dan Jawa Timur sama-sama merasa sebagai pusat penggerak perekonomian,

Tak hanya soal investasi perdagangan. Julie mengatakan, pihaknya juga punya agenda kerjasama lainnya. Yakni soal pendidikan, pariwisata dan olah raga. 

Terkait pendidikan sendiri, Julie mengatakan, ingin meningkatkan jumlah pelajar yang terlibat dalam program pertukaran. Saat ini saja, sudah ada 7000 pelajar Australia yang belajar di Jawa Timur. 

"Pertukaran pelajar, jelas akan memperkuat relasi antara Australia dan Indonesia. Karenanya, jumlah pelajar Indonesia yang belajar di Australia dan sebaliknya, akan terus meningkat," katanya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Timur, Soekarwo menyatakan, kesiapan membangun kerjasama dagang dengan Australia. Katanya, Jawa Timur memang tulang punggu perekonomian di Indonesia. 

Soekarwo menyebut, sejumlah sektor perekonomian di Jawa Timur sudah berkembang pesat. Yang terbesar, adalah di sektor perindustrian dengan dominasi 29 persen perekonomian Jawa Timur. 

Karenanya, Soekarwo berharap dengan dibukanya konsulat jenderal Australia, angka perdagangan antara Indonesia dengan Australia dapat seimbang. Mengingat, angka ekspor tercatat hanya senilai 176 juta US dolar. Sedangkan angka impornya mencapai 369 juta US dolar. 

"Saya kira dengan dibukanya konsulat jenderal Australia di Surabaya, akan memberi keseimbangan perdagangan antara Jawa Timur," kata Soekarwo.

(HDR/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up