JawaPos Radar

Pekerja Bangunan Menangis Bahagia Anaknya Bisa Masuk Bintara Polri

05/08/2018, 14:17 WIB | Editor: Yusuf Asyari
Pekerja Bangunan Menangis Bahagia Anaknya Bisa Masuk Bintara Polri
Agung Prasetiya, 20, warga Jalan Kihajar Dewantoro, Kelurahan Ledok, Kecamatan Bojonegoro Kota di dampingi kedua orang tuanya beserta adik laki-lakinya saat dinyatakan lolos dalam seleksi penerimaan Bintara Polri Tahun 2018 Polda Jawa Timur (Jatim) (Yudi Handoyo/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Perasaan haru serta bangga menyelimuti keluarga Nartopo, 47, warga Jalan Kihajar Dewantoro, Kelurahan Ledok, Kecamatan Bojonegoro Kota. Rasa syukur muncul setelah anak kandungnya Agung Prasetiya, 20, dinyatakan lolos dalam seleksi penerimaan Bintara Polri Tahun 2018 Polda Jawa Timur (Jatim).

Peia yang sehari-hari berprofesi sebagai pekerja bangunan ini tidak menyangka jika anaknya dapat lulus dalam seleksi penerimaan Bintara Polri. Dirinya sadar hanyalah seorang pekerja bangunan, sementara istrinya, Ani Suprapti, 40, sebagai penjual lontong.

Agung Prasetiya merupakan salah satu peserta yang dinyatakan lolos dalam seleksi penerimaan Bintara Polri bersama 24 peserta liannya. Anak perama dari dua bersaudara tersebut mendaftar melalui Panitia Bagian Penerimaan (Pabanrim) Polres Bojonegoro.

Nartopo mengisahkan, usai lulus Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 3 Bojonegoro pada 2016 lalu, Agung sudah mencoba mengadu peruntungan dengan mendaftar pekerjaan di sejumlah lembaga pemerintah, namun saat itu Agung belum berhasil. Sehingga mulai 2017, Agung berencana atau memiliki niat untuk mendaftarkan diri menjadi anggota polri.

Saat itulah Agung mulai mempersiapkan diri, baik fisik maupun mental supaya dapat lolos menjadi anggota polri. Kemudian pada 2018, Agung mendaftarkan diri untuk menjadi anggota polri melalui Polres Bojonegoro. "Dia sendiri yang berkeinginan menjadi anggota polisi," kata Nartopo didampingi istrinya, Ani Suprapti ketika ditemui di rumahnya, Minggu (5/8).

Nartopo menuturkan, dengan kondisi keluarganya yang pas-pasan, dirinya hanya bisa memotivasi anaknya untuk terus belajar dan berlatih, baik fisik maupun mental, guna meraih cita-citanya. "Saya hanya bisa membantu doa dan mendorong agar anak saya giat belajar dan berlatih," ungkapnya.

Dia mengaku tidak meminta bantuan selama proses pendaftaran hingga pengumuman kelulusan Agung menjadi bintara polri. "Saya sama sekali tidak pernah berusahan mencari bantuan. Yang menghubungi saya pun juga tidak ada," tegas Nartopo.

Nartopo menambahkan, sejak pertama kali anaknya mendaftar di Polres Bojonegoro, sudah panitia sangat transparan. Termasuk dalam setiap tahapan seleksi di Polda jatim, sehingga dia tidak khawatir.

Jika anaknya memang benar-benar mampu, maka pasti akan dapat lolos dalam seleksi tersebut. "Alhamdulillah, anak saya akhirnya benar-benar dapat lolos," sahut istrinya.

Nartopo menyampaikan pesan kepada para orang tua yang anaknya berkeinginan menjadi anggota polri, tidak perlu mencari jalan pintas dengan meminta bantuan. Terlebih lagi jika dimintai sejumlah uang.

Nartopo berpesan agar jangan percaya dengan orang atau pihak yang menawarkan dapat menjamin peserta seleksi untuk lolos menjadi anggota polri.

"Anak saya buktinya, tanpa harus dititip-titipkan dan membayar sejumlah uang, buktinya bisa lolos. Siapkan fisik dan mental dan jangan lupa berdoa, itu sudah lebih dari cukup," pesan Nartopo, mengakhiri.

(yud/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up