JawaPos Radar

Ketahui Teknik Ombre dan Nano Circling untuk Sulam Alis yang Aman

05/08/2018, 14:00 WIB | Editor: Nurul Adriyana Salbiah
sulam alis, tren sulam alis, sulam alis terbaru, Ali Tattoo Sulam,
Praktek sulam alis di Ali Tattoo Sulam di kawasan Mangga Dua, Jakarta Utara. (Ali Tattoo Sulam)
Share this

JawaPos.com - Sulam alis sudah menjadi tren kecantikan sejak tahun lalu. Demi kenyamanan dan penampilan alis yang lebih sempurna, teknik sulamnya pun mengalami perkembangan yakni dengan ombre dan Nano Circling. 

Beberapa waktu lalu, teknik ombre memang menjadi tren di dunia kecantikan khususnya yang diaplikasikan pada rambut dan bibir. Ombre akan menghasilkan kesan gradasi warna yang membuat penampilan terlihat menarik. Kali ini, sulam alis dengan teknik ombre pun muncul agar alis tampak lebih tebal, serat bulu lebih rapat, dan tegas.

Dijelaskan Ali seorang Pakar Sulam Alis, teknik ombre merupakan tren terbaru. Menurutnya, sulam alis ombre membantu membentuk serat-serat bulu agar tampak alami. Tentunya dengan menggunakan tinta warna yang diaplikasikan pada bagian terluar kulit.

sulam alis, tren sulam alis, sulam alis terbaru, Ali Tattoo Sulam,
Praktik sulam alis di Ali Tattoo Sulam. (Ali Tattoo Sulam)

“Sulam alis ombre itu sebenarnya sulam alis yang ada bulunya, orang yang ingin terlihat soft jadi tidak usah gambar”, ucap Ali kepada JawaPos.com di klinik miliknya di kawasan Mangga Dua, Jakarta Utara, Kamis (2/8).

Proses dari teknik ombre ini, lanjut Ali, menerapkan kombinasi warna yang lebih soft dan bukan seperti menggambar dengan pensil alis. "Ada tiga warna seperti light brown, deep brown, dan dark brown," imbuh pemilik Ali Tattoo Sulam tersebut.

Selain ombre, saat ini pun terdapat teknik yang tak kalah menarik yakni Nano Circling. Inovasi terbaru ini menjawab kebutuhan perempuan untuk alis tahan lama dan warna yang alami. Hadir pertama kali di Indonesia bahkan dunia oleh Ali Tattoo Sulam, sulam alis ini akan awet hingga 5 tahun.

Menurut Ali, prosesnya tak menyakitkan karena diberikan anastesi dulu sebelumnya. Soal warna atau bentuk tentu disesuaikan dengan tone kulit, bentuk wajah, dan selera masing-masing pasien.

“Nano Circling ini seperti bulu alis kita sendiri. Banyak orang yang menggunakan Nano Circling itu salah, makanya terlihat kaku, warnanya bisa berubah dan mereka tidak mempelajari jenis kulit,” tandasnya.

(fid/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up