JawaPos Radar

Presiden Jokowi Sumbang Sapi Simental Seberat 920 Kg di Sulsel

05/08/2018, 11:45 WIB | Editor: Budi Warsito
Presiden Jokowi Sumbang Sapi Simental Seberat 920 Kg di Sulsel
Penyembelihan hewan kurban di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Antang, Makassar, beberapa waktu lalu. (Sahrul Ramadhan/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Presiden Joko Widodo, menyumbangkan satu ekor sapi, jelang pelaksanaan Idul Adha 1439 Hijriah, Rabu (22/8) mendatang. Sapi itu disumbangkan Jokowi melalui, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Sulawesi Selatan (Sulsel).

Kepada DPKH Sulsel Abdul Azis mengungkapkan, hewan kurban yang disumbangkan Jokowi merupakan sapi berjenis simental dengan berat 920 kilogram. Sapi itu merupakan hasil kawin suntik yang dilakukan peternak di Kabupaten Maros, Sulsel.

"Kalau melihat sapinya saya perkirakan 920 kilogram. Harganya sekitar empat puluh lima juta Rupiah. Ini juga sudah dibahas di Jakarta sebelumnya," kata Abdul Azis di Makassar, Minggu (5/8).

Presiden Jokowi katanya, di tahun ini bakal menyumbang satu ekor sapi di setiap provinsi di Indonesia. Hal itu merupakan wujud sumbangsi orang nomor satu di Indonesia itu, dalam puncak pelaksanaan Hari Raya Kurban.

Sapi yang disumbangkan Jokowi di Sulsel, rencananya bakal di sembelih usai pelaksanaan salat Idul Adha di lapangan Karebosi nanti. "Untuk di Sulsel akan diserahkan di lapangan Karebosi dan diwakili oleh Penjabat sementara Gubernur Sulsel, Soni Sumarsono," tegasnya.

Pemprov Sulsel sebelumnya menyiapkan 70 ribu hewan kurban siap potong. Jumlah ini merupakan hasil pendataan DPKH Sulsel dari 1,6 juta ekor sapi dan kerbau yang ada.

Abdul Azis mengatakan, Dinas Peternakan kabupaten dan kota juga telah melakukan pendataan stok hewan kurban, terutama sapi jantan yang memenuhi persyaratan. Hasilnya didapatkan sekira 70 ribu ekor yang dapat disiapkan untuk hewan qurban.

"Angka ini aman untuk kita. Kalau kebutuhan kita, belajar dari pengalaman tahun lalu di Sulsel dibutuhkan sekitar 14 ribu ekor. Untuk yang dikirim ke luar daerah sekitar 26 ribu ekor," kata Abdul Azis melalui keterangan resminya di Makassar, Jumat (3/8) lalu.

Diperkirakan tahun ini sekitar 40 ribu ekor yang disembelih untuk kurban. Selama ini katanya, Sulsel menjadi penyuplai hewan kurban ke daerah Kalimantan dan seluruh wilayah Indonesia Timur.

"Terutama ke Kalimantan, Sementara untuk sentra produksi, kita terutama ada di kabupaten Sinjai, Sidrap, Enrekang, Wajo, Maros dan Bone," ujarnya.

Untuk mengantisipasi adanya hewan yang tidak layak, DPKH Sulsel telah membuat surat edaran kepada dinas kabupaten dan kota agar dilakukan pemeriksaan ante mortem, sebelum penyembelihan dan postmortem setelah penyembelihan.

"Ini termasuk Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) untuk hewan yang akan disembelih atau dikirim keluar daerah, surat sudah kami kirimkan ke daerah-daerah," pungkasnya.

(rul/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up