JawaPos Radar

Hindari Penyakit, DPKH Sulsel Diminta Awasi Ketersediaan Hewan Kurban

05/08/2018, 14:58 WIB | Editor: Budi Warsito
Hindari Penyakit, DPKH Sulsel Diminta Awasi Ketersediaan Hewan Kurban
Kepala DPKH Sulsel, Abdul Azis (kanan) bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Sulsel Tautoto Tanaranggina (kiri) saat memberikan terkait kesiapan hewan kurban jelang Idul Adha di Makassar, beberapa waktu lalu. (Sahrul Ramadhan/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Sulawesi Selatan (Sulsel) diminta untuk mengawasi dengan ketat ketersediaan hewan kurban jelang pelaksanaan Idul Adha 1439 Hijriah, Rabu (22/8) mendatang.

Mulai dari kondisi fisik hewan, hingga hal-hal lebih detail terkait keadaan kesehatan hewan tersebut. DPKH bahkan ditugaskan untuk melakukan koordinasi hingga ke tingkat pemerintah daerah kabupaten dan kota untuk menjamin ketersediaan hewan kurban nanti.

"Saya sampaikan untuk lebih intensif berkoordinasi dengan kabupaten dengan kota jadi ada tim di sini. Jangan sampai ada masalah," terang Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Sulsel, Tautoto Tanaranggina, di Makassar, Minggu (5/8).

Secara khusus, Tautoto menekankan, agar kesehatan hewan yang dijual tidak bermasalah, oleh karena itu, petugas harus memeriksa hewan yang ada dengan baik. Sehingga hewan ternak yang dijual adalah yang sehat dan tidak merugikan masyarakat.

"Kondisi kesehatan hewan ini yang paling penting. Jadi kesehatan hewan jangan sampai hewan yang ada bibit penyakitnya, benih-benihnya yang sudah sakit, terus itu dijual ke masyarakat, sedangkan masyarakat tidak tahu," sebutnya.

Diluar itu, DPKH juga diminta untuk memperketat pengawasan guna meminimalisir pemotongan hewan ternak betina produktif. Karena, itu akan mempengaruhi jumlah produksi hewan ternak ke depan. Menurutnya, hewan ternak yang dipotong sebaiknya bukan betina, apalagi yang sedang dalam masa subur dan produktif.

"Sebaiknya jangan yang betina, karena dia masih produktif, jangan juga yang masih muda. Yang ada dalam Islam, ada aturannya itu yang kita jadikan patokan," ujarnya.

Sementara itu, Kepala DPKH Sulsel Abdul Azis dalam kesempatan sebelumnya mengatakan, pihaknya telah membuat surat edaran kepada dinas kabupaten dan kota agar dilakukan pemeriksaan antemortem sebelum penyembelihan dan posmortem setelah penyembelihan, untuk mengantisipasi adanya hewan yang tidak layak.

"Ini termasuk Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) untuk hewan yang akan disembelih atau dikirim keluar daerah, surat sudah kami kirimkan ke daerah-daerah," jelasnya.

Dalam waktu dekat juga akan dilakukan pelatihan juru sembelih hewan kurban. Ini merupakan kerjasama dengan Dinas Peternakan, DPRD, Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI). "Kami tidak ingin ada hewan ternak yang bermasalah pada saat penyembelihan," pungkasnya.

(rul/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up