JawaPos Radar

Laporan Langsung dari Madinah

Mudahkan Jamaah Haji, Tahun Ini Bayar Dam Bisa di Kantor Pos

05/08/2018, 00:15 WIB | Editor: Kuswandi
Mudahkan Jamaah Haji, Tahun Ini Bayar Dam Bisa di Kantor Pos
Petugas haji Indonesia memantau hewan kurban untuk dam di Pasar Kakiyah Mekkah. (Firzan Syahroni/ Jawa Pos)
Share this image

JawaPos.com – Pemerintah Arab Saudi mempermudah layanan pembayaran dam (denda) untuk para jamaah haji. Mulai tahun ini, pembayaran dam bisa dilakukan di kantor pos Saudi.

Direktur Pengelolaan Dana Haji dan Siskohat Kementerian Agama (Kemenag) Ramadhan Harisman di Makkah menjelaskan, layanan itu akan memudahkan jamaah haji Indonesia. Sebab, jamaah tidak perlu berlama-lama lagi antre di loket bank.

Sebelumnya, pembayaran dam bisa dilakukan di konter-konter khusus yang dikelola Bank Ar-Rajhi, Arab Saudi. Kemenag akan menyosialisasikan aturan baru itu kepada jamaah haji. Sosialisasi diperlukan agar jamaah yakin dapat melaksanakan kewajiban tersebut.

Pembayaran dam memang kewajiban jamaah haji Indonesia yang hampir semuanya melaksanakan haji tamattu’(umrah wajib dulu, baru berhaji). Besarannya 500 riyal atau Rp 2 juta dengan kurs 1 riyal sama dengan Rp 4.000. Selain hajitamattu’, ada juga haji qiran. Yakni, mengerjakan ritual haji dulu, lalu berumrah. Jamaah yang melaksanakan haji qiran juga harus membayar dam. Pembayaran dam hanya dibebaskan untuk jamaah yang mengerjakan haji ifrad. Yakni, haji dan umrah dilaksanakan bersamaan.

Uang dam akan dibelikan hewan kurban. Dagingnya lantas didistribusikan kepada mereka yang membutuhkan. Jamaah haji sebenarnya diperbolehkan membeli hewan kurban sendiri di pasar-pasar hewan Mekkah. Menurut informasi, harga hewan kurban di Mekkah selama musim haji berkisar 250 sampai 350 riyal, belum termasuk ongkos penyembelihan.

Meski lebih murah, pembelian sendiri rawan penipuan. Karena itu, kemenag menyarankan agar seluruh jamaah haji  memercayakan dam kepada konter resmi yang ditunjuk pemerintah Arab Saudi.

’’Nanti kita buatkan sistem informasi agar jamaah membayarkan dam ke konter yang disediakan Pemerintah Arab Saudi. Kepala sektor atau kepala rombongan akan mempertegas hal ini kepada jamaah,” imbuh Ramadhan.

Dia menambahkan, Islamic Development Bank (IDB) juga menyediakan program Adhahi. Itu adalah program yang memfasilitasi penyembelihan hewan dam. Lokasinya di Mina. Untuk musim haji tahun ini, hanya jamaah haji khusus (haji plus) yang pembayaran damnya dilakukan kolektif. Sebagian hewan dam yang disembelih akan dikirim ke Indonesia. Biaya pengiriman dikoordinasikan dengan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH).

Proses kolektif ini akan menjadi acuan pembayaran dam jamaah haji reguler tahun depan. Nantinya ada penilaian, evaluasi, dan uji kelayakan. Jika cocok, akan diterapkan untuk jamaah haji reguler. 

Namun, Ramadhan mengatakan, jamaah haji Indonesia kini sudah beragam. Tak semuanya melaksanakan hajitamattu’. Ada juga yang melaksanakan haji ifrad (ritual haji dikerjakan di awal, setelah itu umrah wajib), meskipun jumlahnya tidak banyak. Selain itu, dam tidak hanya berupa pemotongan hewan kurban. Bisa juga diganti dengan puasa.

’’Masalah itu juga akan kita atur,” terangnya. 

ONI/JPK

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up